Selasa, 15 Okt 2019 16:55 WIB

Tren Merokok pada Ibu Muda Sosialita Disebut Meningkatkan Risiko Asma

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi ibu muda merokok. Foto: Thinkstock Ilustrasi ibu muda merokok. Foto: Thinkstock
Jakarta - Penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia semakin meningkat dari hari ke hari, salah satunya asma. Bukan hanya pada orang dewasa, penyakit ini juga banyak menyerang anak-anak.

Kepala Subdirektorat Penyakit Paru Kronik dan Gangguan Imunologi Kementerian Kesehatan RI, dr Theresia Sandra Diah Ratih, MHA mengatakan bahwa peningkatan asma tidak terlepas dari kebiasaan merokok masyarakat. Apalagi kebiasaan merokok disebut tengah meningkat di kalangan ibu-ibu muda.

"Pada keluarga muda, ibu-ibu sosialita merokoknya meningkat dan ini dianggap tren baru yang harus diwaspadai saat ini," ujarnya di kawasan Jl M.H. Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019).



dr Sandra menyebutkan, ada sekitar 36 persen rata-rata perokok di Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan. Angka ini cukup meningkatkan angka pengidap asma yang menurut data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 berkisar pada 2,4 persen.

"Asma juga cukup tinggi 2,4 persen dari Riskesdas, kalau global 4,3 peren. Tapi jangan lupa penduduk Indonesia cukup besar. Kalau 2,4 persen bisa kebayang berapa juta?" lanjutnya.

Selain kebiasaan merokok, faktor stres, polusi udara, dan juga lingkungan kerja dapat meningkatkan risiko terkena asma. Ditambah lagi kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan juga cukup memengaruhi meningkatnya angka penyakit tidak menular.



Simak Video "Benarkah Menggunakan Vape Bisa Jadi Depresi?"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)