Rabu, 16 Okt 2019 05:50 WIB

Psikolog: Suka Nyinyir di Medsos Biasanya Insecure dan Rendah Diri

Michelle Natasya - detikHealth
Orang yang suka nyinyir di medsos biasanya menyimpan rasa insecure dan rendah diri (Foto: iStock) Orang yang suka nyinyir di medsos biasanya menyimpan rasa insecure dan rendah diri (Foto: iStock)
Jakarta - Beberapa anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) terpaksa harus menerima hukuman karena ulah istri yang nyinyir di media sosial. Dalam keseharian, mudah sekali menemukan orang yang selalu nyinyir kalau pasang status di media sosial.

Kebiasaan nyinyir bisa dibilang 'nyandu'. Menurut Gracia Ivonika, psikolog dari Personal Growth, hal ini dikarenakan ketika seseorang bertindak nyinyir, muncul perasaan puas sebagai bentuk keberhasilan untuk menutupi perasaan tidak aman atau insecure dan rendah diri yang sebenarnya mereka rasakan.

"Mereka berusaha membuat dirinya lebih baik. Ketika hal yang mereka lakukan tersebut mendapat apresiasi atau dukungan dari orang lain, hal tersebut akan menjadi reward dan pengakuan bagi perilaku mereka tersebut. Hal ini dapat mendorong mereka melakukannya kembali," ujarnya.



Menurut Gracia, perilaku nyinyir bisa jadi bahaya tergantung pada konteks situasi yang ditanggapi, orang yang ditanggapi, dan seberapa jauh perilaku nyinyir ini ditunjukkan. Namun yang pasti, dengan semakin digalakkannya peraturan terkait penggunaan media sosial, tentu perilaku nyinyir menjadi berbahaya juga secara hukum.

"Berbahaya ini tidak hanya bagi orang yang menerima nyinyiran karena dapat menimbulkan dampak negatif psikologis, tetapi juga berbahaya bagi pelaku nyinyir dengan adanya konsekuensi yang telah diatur. Bisa juga konsekuensi sosial bagi pelaku seperti berbalik diserang oleh masyarakat atas perilakunya tersebut," pungkasnya.



Simak Video "Apa Sih Quarter Life Crisis?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)