Rabu, 16 Okt 2019 12:30 WIB

Rasa Minuman atau Makanan Berubah? Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi serangan jantung yang bisa diawali perubahan rasa makanan atau minuman. Foto: Getty Images Ilustrasi serangan jantung yang bisa diawali perubahan rasa makanan atau minuman. Foto: Getty Images
Jakarta - Gejala serangan jantung tidak melulu diawali sakit dada atau keringat dingin. Dengan tanda yang tidak spesifik, pasien gangguan jantung kerap tidak tahu dirinya mengalami serangan hingga tiba-tiba dadanya terasa sesak.

Kondisi ini dirasakan Louise McGill asal Inggris yang berusia 47 tahun dengan dua anak. McGill hanya merasakan perubahan rasa pada minuman anggur merah (red wine) yang dikonsumsi sebelum serangan. Ibu ini tidak merasakan gejala apa pun hingga dadanya seketika sesak.

"Anggur merah yang saya minum terasa aneh dan tidak biasa. Padahal menurut suami, rasanya biasa saja usai minum anggur merah dari gelas yang sama. Malamnya saya terbangun dengan dada yang terasa sakit dan sesak seperti ditekan. Suami langsung memanggil ambulans," ujar McGill dikutip dari Daily Mail.


Dikutip dari situs British Heart Foundation (BHF), gejala serangan jantung memang beragam dan punya banyak variasi. Mayo Clinic menyebutkan, sensasi nyeri pada area dada dan perut bagian atas (heartburn), kadang mengakibatkan munculnya rasa asam di mulut. Saat ini belum jelas apakah rasa aneh yang dimaksud McGill adalah anggur yang terasa lebih asam.

McGill sendiri ternyata mengalami sumbatan pada arteri koroner sebelah kiri. Pembuluh ini bertugas memberi suplai darah pada jantung bagian kiri. Sumbatan mengakibatkan darah tidak bisa masuk jantung hingga terjadi serangan. McGill dilarikan ke Freeman Hospital di Newcastle.

Dokter kemudian memasang ring atau stent di pembuluh darah untuk menjaganya tetap terbuka. McGill menyarankan wanita lebih mengutamakan kesehatannya. Serangan jantung mungkin lebih banyak dialami pria, namun bukan berarti wanita tidak berisiko mengalaminya. Apalagi jika wanita memiliki aktivitas yang padat, pola hidup buruk, dan rentan stres.


Hal senada dikatakan direktur medis dan dokter ahli jantung Dr Sonya Babu-Narayan dari BHF. Menurutnya, serangan jantung kini bisa diatasi dengan teknologi yang lebih canggih. Apalagi jika serangannya lebih cepat diketahui.

"Sayangnya masih banyak wanita yang meninggal karena serangan jantung, hanya karena tidak tahu atau menganggap penyakit ini hanya milik pria. Kami berharap wanita bisa punya kesadaran lebih baik, jika dia punya risiko yang sama dan harus tahu gejalanya," kata Dr Sonya.

Selain itu, Dr Sonya juga mengingatkan segera menelpon layanan gawat darurat jika menjumpai serangan jantung. Peluang serangan jantung bisa teratasi lebih besar jika diketahui dan ditangani secepatnya.



Simak Video "Cara Murah dan Mudah Hindari Penyakit Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/wdw)