Ekshibisionisme merupakan sebutan bagi aksi memamerkan alat kelamin oleh pelaku. Tujuan utamanya adalah untuk menimbulkan reaksi kaget dari korban. Dengan aksi ini, pelaku mendapatkan kepuasan seksual dari reaksi orang yang takut atau bahkan panik saat melihat ulahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku ekshibisionisme puas ketika melihat orang lain kaget, takut, cemas, atau jijik. Ekspresi ini akan membuat pelaku senang. Selain itu, segera alihkan posisi tubuh supaya tidak lagi menghadap pelaku," kata psikolog yang kerap disapa Cia, pada detikcom beberapa waktu lalu.
Myisha, seorang pembaca detikHealth di Jakarta yang pernah menjadi korban aksi ekshibisionisme beberapa kali, belajar bahwa para pelaku ekshibisionisme cenderung senang ketika korban berteriak ketakutan. Sebaliknya apabila tidak dipedulikan, alias korban pura-pura cool, pelaku biasanya malah merasa jengkel.
Senada, psikiater dr Andri, SpKJ, FAPM dari Klinik Psikosomatik, RS Omni Alam Sutera, juga menyarankan agar seseorang yang menghadapi pelaku sebisa mungkin tidak heboh menanggapinya.
"Jadi biasa saja sikapnya. Kalau kita biasa saja, malah membuat dia akan lebih tidak nyaman karena tujuannya tidak berhasil," pungkasnya.
(fds/fds)











































