Senin, 21 Okt 2019 16:55 WIB

PR Penting untuk Menkes Baru: Benahi Distribusi Dokter dan JKN

Firdaus Anwar - detikHealth
Nila Moeloek bersama suaminya, Farid Moeloek. (Foto: Firdaus/detikHealth) Nila Moeloek bersama suaminya, Farid Moeloek. (Foto: Firdaus/detikHealth)
Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Kabinet Kerja Nila F. Moeloek meyakini sudah selesai menjalankan masa tugasnya. Namun demikian Menkes Nila mengaku masih ada beberapa masalah kesehatan yang belum bisa diselesaikan di masa kepemimpinannya.

Salah satu dari masalah tersebut adalah tentang pemerataan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan di Indonesia. Menurut Nila sudah banyak instansi pendidikan menghasilkan tenaga seperti dokter, perawat, dan bidan setiap tahunnya tapi kenyataan di daerah tetap saja kekurangan.


"Saya terus terang tantangan SDM tenaga kesehatan. Itu tidak mudah kita sampai sekarang mengaturnya dengan baik. Padahal kalau kita contoh fakultas kedokteran sekarang ada lebih dari 80 lulusannya sampai 12-15 ribu ngaturnya bagaimana?" kata Nila saat ditemui di kediamannya daerah Komplek Mikasa, Jalan Patra Kuningan B3, Jakarta Selatan.

"15 ribu ini pada ke mana saja? Mau enggak sih mereka ke daerah? Semua itu lari ke kota padat," lanjutnya.

Selain masalah pemerataan tenaga kesehatan, Nila juga menyinggung soal Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Untuk menghadapi masalah defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, pada akhirnya pemerintah memutuskan untuk menaikkan premi dan Kemenkes turut membantu agar prosesnya berjalan lancar.

"Banyak hal yang mesti kita lakukan untuk pembenahan dari JKN ini... Kemarinkan diputuskan kenaikan di premi PBI dari pemerintah dan mandiri. Tapi kita lihat itu perhitungan aktuarianya harus benar," pungkas Nila.



Simak Video "Kemesraan Menkes Terawan dengan IDI Bicara Soal JKN"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)