Rabu, 23 Okt 2019 08:00 WIB

Saran Dokter Jiwa Bila Depresi Datang Menghantui

Michelle Natasya - detikHealth
Depresi bisa menyerang siapa saja (Foto: youtube) Depresi bisa menyerang siapa saja (Foto: youtube)
Jakarta - Isu kesehatan mental belakangan jadi sorotan. Sejak muncul film Joker yang kontroversial dan kabar kematian Sulli eks f(x) yang mendadak akibat depresi, sosialisasi akan pentingnya kesehatan mental semakin gencar dilakukan.

Menurut ahli kejiwaan, dr Yaniar Mulyantini, SpKJ, di Poli Psikiatri Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu, depresi biasanya dicirikan dengan perubahan perasaan menjadi lebih sedih, murung, putus asa, tidak semangat, kesepian, tidak fokus, produktivitas menurun, dan mulai menarik diri dari lingkungan. Perasaan ini bukan hanya sesaat, melainkan bisa berlangsung setiap hari dalam waktu setidaknya dua minggu atau satu bulan.

"Jadi kalau murung atau sedih cuma satu atau dua hari, ini belum bisa dikategorikan depresi. Jadi kita harus bedakan," jelas dokter Yaniar.



Lalu, apa yang bisa dilakukan jika seseorang mengalami depresi?

Dokter Yaniar menyarankan untuk segera melakukan pengobatan. Selain itu, mencari sistem dukungan juga penting selama masa pemulihan.

"Dengan pengobatan ini bisa cegah depresi kambuh dan berulang. Cari sistem support juga penting untuk menemani selama masa pemulihan karena ini bagian dari pengobatan. Sistem support bisa dari keluarga, sahabat, atau siapapun yang bisa mengerti kondisi si yang bersangkutan," katanya.

Dokter Yaniar juga menyarankan seseorang dengan depresi untuk melakukan hal-hal yang konstruktif bagi diri sendiri. Seperti dengan melukis atau menulis untuk menyalurkan emosi negatif dengan cara yang positif.



Simak Video "Rasa Ingin Bunuh Diri Bisa Dicegah!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)