Rabu, 23 Okt 2019 12:32 WIB

Cara Tepat Agar Anak Terhindar dari Gangguan Pencernaan

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Jakarta - Seringkali anak-anak mengalami masalah pencernaan seperti anak susah BAB, kembung, begah, diare, sembelit, dan bahkan penyakit radang usus. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, tetapi penyebab mendasarnya adalah kebiasaan makan yang tidak tepat.

Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman, gangguan cerna memang menjadi salah satu gangguan kesehatan yang paling sering terjadi pada anak. Hal itu sangat tergantung dari apa yang dikonsumsi oleh anak dan juga keseimbangan mikrobiota (bakteri) dalam saluran cernanya.

"Terdapat sekitar 100 miliar mikrobiota penghuni usus yang berfungsi untuk mengatur metabolisme makanan, membantu penyerapan nutrisi di usus, serta mencegah bakteri jahat berkembang di usus. Usia yang sering terjadi mulai dari saat bayi sampai usia 5 tahun adalah kondisi yang sangat labil," ujar dr Muliaman kepada detikHealth, baru-baru ini.


Perlu disadari memang jika pencernaan terganggu, itu berarti makanan yang kita makan tidak dapat diserap dengan baik. Semestinya, saat makanan masuk ke dalam saluran cerna, maka akan terus diproses hingga digunakan menjadi energi dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Karena itu, menurut dr Muliaman, untuk membantu meningkatkan kesehatan pencernaan pada anak, hal pertama yang paling penting adalah kebersihan makanan. Seringkali Selain itu, pemilihan makanan yang dikonsumsi juga menjadi cara agar membuat kondisi saluran cerna tidak terganggu.

"Tips menjaga kesehatan saluran cerna adalah menjaga kebersihan makanan dan minuman, memilih makanan yang sesuai dengan usia anak. Jangan terlalu pedas atau asam atau keras. Konsumsi makanan yang bergizi dan memelihara mikroflora (bakteri) usus dengan mengonsumsi probiotik terutama jenis bifidobacterium untuk anak agar bisa melindungi dari bakteri yang jahat," bebernya.

Selain itu, agar anak tak mudah terserang gangguan pencernaan, juga bisa diberikan susu yang mengandung laktoferin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Beberapa penelitian membuktikan pemberian laktoferin pada susu dapat membantu mencegah infeksi saluran cerna, infeksi saluran nafas dan anemia pada anak.

Adapun laktoferin adalah bagian dari whey protein seperti yang terdapat pada ASI. Itulah sebabnya kenapa bayi-bayi yang diberi ASI mempunyai daya tahan tubuh yang kuat.


"Karena laktoferin meningkatkan daya tahan tubuhnya. Pada susu sapi, junlah laktoferin-nya adalah sangat kecil atau tidak terdeteksi. Itu yang membedakannya dengan ASI. Beberapa penelitian yang melihat manfaat laktoferin ini sudah banyak dilakukan dan hasilnya laktoferin dapat menurunkan riskio infeksi saluran nafas dan infeksi saluran cerna," jelas dr Muliaman.

Sudah tahu manfaat laktoferin kan? Karena itu berikan susu yang mengandung laktoferin seperti Morinaga Chil Kid Platinum dan Morinaga Chil School Platinum. Susu tersebut juga mengandung pro-prebiotik agar si kecil tak mudah diare serta telah teruji klinis sebagai bakteri baik oleh Morinaga Research Center di Jepang.

Simak Video "Lelah Dengan Tekanan Sosial? Jangan Malu Curhat ke Psikolog"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/akn)