Rabu, 23 Okt 2019 13:34 WIB

Sedih Karena Bu Susi Tak Jadi Menteri Lagi? Ini Pesan Psikolog

Michelle Natasya - detikHealth
Susi Pudjiastuti. Foto: Foto: Agung Pambudhhy/Detik Susi Pudjiastuti. Foto: Foto: Agung Pambudhhy/Detik
Jakarta - Hashtag WeWantSUSI menggema di media sosial. Netizen mengutarakan kesedihan dan kekecewaannya karena Susi Pudjiastuti tidak ada dalam susunan Kabinet Indonesia Maju dalam Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf 2019-2024.

"Padahal masih cinta tapi dipisahkan pas lagi sayang sayangnya #WeWantSusi," tulis salah satu akun Twitter @nicodiangel***4.



Psikolog Politik Dewi Haroen mengatakan bahwa Bu Susi memiliki kedekatan dan keterikatan yang kuat dengan publik. Hal inilah yang membuat publik merasa kehilangan sosok yang nyentrik itu.

"Banyak orang merasa Bu Susi ini representasi dirinya. Hal ini yang membuat mereka merasa sedih dan kehilangan walaupun mungkin belum pernah ketemu secara langsung sama Bu Susi," katanya.

Untuk mengatasi kesedihan ini, Dewi berpesan untuk kembali menggunakan logika sebelum mendahulukan rasa. Menurutnya, seiring berjalannya waktu, rasa sedih dan kecewa tersebut akan hilang.

"Kembali lagi ini kan politik, presiden juga pasti tahu yang terbaik ke depannya gimana. Pasti keputusan ini kan disesuaikan juga dengan situasi dan kondisinya. Mungkin ini juga yang terbaik bagi Bu Susi. Rasa ini memang harus dilawan pakai logika, kalau nggak entar galau terus," tutupnya.



Simak Video "Pesan Berantai soal Pasien BPJS Kesehatan Darurat Dipastikan Hoaks"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/wdw)