Rabu, 23 Okt 2019 20:08 WIB

4 Dampak Buruk Memakai Pakaian Dalam Terlalu Ketat

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi celana dalam. Foto: thinkstock Ilustrasi celana dalam. Foto: thinkstock
Jakarta - Setiap orang pasti akan menggunakan pakaian dalam yang bersih dan nyaman. Tapi, baik pria maupun wanita tidak dianjurkan untuk menggunakan dalaman yang terlalu ketat karena dapat mengganggu kesehatan.

Sebuah penelitian menunjukkan, pakaian dalam yang ketat dapat mempengaruhi kesehatan mulai dari sirkulasi darah, kontinensi, dan reproduksi.

Dikutip dari Livestrong, ini yang terjadi jika menggunakan pakaian dalam terlalu ketat.



1. Mengurangi produksi sperma

Sebuah penelitian yang dilakukan Lembaga Nasional Kesehatan menyatakan, bahwa pria yang menggunakan pakaian dalam terlalu ketat dapat menghambat produksi sperma. Ini terbukti berpengaruh lebih besar dibandingkan pria yang mengkonsumsi alkohol ataupun merokok.

Berdasarkan penelitian tersebut, penyempitan pada area selangkangan dapat menurunkan kadar sperma. Pakaian dalam seperti ini cenderung menghambat produksi sperma dan meningkatkan suhu di sekitar skrotum. Skrotum adalah kantung (terdiri dari kulit dan otot) yang membungkus testis atau buah zakar.

2. Mengurangi sirkulasi darah

Seorang spesialis penyakit dalam di Manhattan, Keri Peterson mengatakan, wanita harus selalu memperhatikan pakaian dalam yang cocok dan nyaman. Ia mengatakan, jika wanita menggunakan pakaian dalam yang terlalu mengetat ke bagian perut atas atau bawah, dapat menyebabkan mulas.

Hal ini terjadi karena pakaian dalam tersebut menekan lambung, menyebabkan refluks asam, dan berjalan ke kerongkongan. Hasilnya, perut akan terasa mulas.

Sementara itu, pakaian dalam yang ketat dan terlalu rendah dapat mengurangi sirkulasi darah di daerah paha atas. Keadaan ini akan menyebabkan iritasi, kesemutan, ataupun mati rasa.

3. Sebarkan bakteri

Menggunakan thong atau G-string dapat berpotensi merusak kesehatan. Seorang konsultan kesehatan, dr Roshini Rajapaksa mengatakan, terlalu sering menggunakan G-string dapat menyebarkan bakteri ke area miss V melalui talinya.

4. Menghambat sirkulasi udara area intim

Menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat dapat menghalangi pasokan udara yang masuk ke area intim. Area organ intim membutuhkan sirkulasi udara yang memadai untuk menjaga kebersihan dan tahan terhadap infeksi ataupun iritasi.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengenakan pakaian dalam yang ketat selama berolahraga, akan meningkatkan suhu tubuh dan meningkatkan kelembaban yang mendukung pertumbuhan bakteri. Jadi, sangat disarankan untuk menggunakan pakaian dalam yang lebih longgar.



Simak Video "Malas Ganti Celana Dalam? Hati-hati Tertular Kanker Serviks!"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)