Jumat, 25 Okt 2019 07:35 WIB

Charcoal dalam Makanan dan Minuman Tak Bagus Jika Dikonsumsi Berlebih

Nurul Khotimah - detikHealth
Ilustrasi makanan dengan Charcoal. Foto: iStock Ilustrasi makanan dengan Charcoal. Foto: iStock
Jakarta - Belakangan ini marak beredar produk-produk dengan kandungan charcoal di dalamnya. Seperti sedang menjadi bahan trending untuk dipadukan dalam berbagai produk. Mulai dari pasta gigi, kecantikan, penyaringan udara hingga makanan dan minuman dengan campuran Charcoal atau arang aktif.

Dikutip dari Live Science, charcoal dibuat dari bahan kaya akan karbon yang dibakar pada suhu tinggi, menurut Pusat Pengendalian Racun. Bahan yang kaya karbon seperti kayu, kelapa atau batu bara, dibakar pada suhu tinggi (antara 600-900 derajat Celcius).

"Ada beberapa studi klinis yang menguraikan manfaat jangka panjang dari pasta gigi charcoal. Memilih, banyak dari studi ini menunjukkan jangka panjang dengan menggunakan pasta gigi arang dalam jangka waktu lama," kata Benjamin Schwartz, seorang ahli bedah gigi dan asisten profesor di Touro College Kedokteran Gigi di New York Medical College.



Namun, apakah menambahkan charcoal pada makanan tidak berbahaya untuk kesehatan?

Menurut Pusat Pengendalian Racun, charcoal digunakan oleh para profesional kesehatan untuk pasien overdosis obat-obatan. Charcoal digunakan untuk detoksifikasi racun dalam tubuh pasien. Tetapi penggunaan charcoal tidak begitu baik untuk dikonsumsi jika tubuh tidak membutuhkannya.

Sebuah studi tahun 2007 yang diterbitkan dalam Jurnal Kualitas Makanan menemukan bahwa arang aktif menghilangkan vitamin sehat yang ditemukan dalam jus apel. Ini memberi gambaran bahwa penggunaan charcoal pada makanan atau minuman kurang begitu baik bagi tubuh jika dikonsumsi berlebih.



Simak Video "Nasi Goreng Merah yang Sehat ala drg. Yoan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)