Sabtu, 26 Okt 2019 17:42 WIB

Prostitusi Online Kembali Marak, Kenali 7 Penyakit Menular Seksual yang Mengintai

Frieda Isyana Putri - detikHealth
PA, wanita publik figur ini dinyatakan tersangka dalam prostitusi online di Jatim. Foto: Deny/detikcom
Jakarta - PA, wanita yang diduga terlibat prostitusi online di Batu, Malang, Jawa Timur, ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini ia masih diperiksa Polda Jatim dan dua pria lainnya berinisial J (51) diduga muncikari dan pengguna jasa prostitusi berinisial AF.

Terkait prostitusi atau kebiasaan berhubungan seksual bukan dengan pasangan sah atau banyak pasangan, risiko terjadinya infeksi dan penyakit menular seksual bisa terjadi. Penyakit menular seksual (PMS) biasanya ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman, melalui sperma, cairan vagina, atau cairan tubuh lainnya.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 7 penyakit menular seksual yang bisa mengintai para pelaku prostitusi:



1. Herpes genital

Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes simplex (HSV). Virus ini akan memengaruhi kulit, leher rahim, alat kelamin, dan beberapa bagian lain dari tubuh. Virus herpes simplex terdiri dari dua jenis, yakni HSVp1 (herpes tipe 1) dan HSV-2 (herpes tipe 2). Infeksi herpes merupakan kondisi jangka panjang (kronis). Banyak orang yang tidak pernah menunjukkan gejala ketika terinfeksi dan tidak tahu tentang status herpes mereka.

HSV ini mudah ditularkan dari manusia ke manusia melalui kontak langsung. Umumnya, penularan herpes tipe 2 terjadi melalui seks vaginal, oral, atau anal. Sedangkan herpes tipe 1 lebih sering ditularkan melalui mulut. Meski dalam banyak kasus, virus tetap tidak aktif setelah memasuki manusia, dengan kata lain, tidak ada gejala.

Gejala herpes biasanya dimulai dengan nyeri atau gatal di area alat kelamin atau bokong, benjolan merah kecil atau lenting putih kecil, luka yang terbentuk setelah lenting pecah, koreng yang terbentuk setelah luka sembuh, nyeri saat buang air kecil, serta gejala seperti flu seperti pembengkakan kelenjar getah bening di lipatan paha, sakit kepala, nyeri otot, dan demam.

2. Hepatitis B

Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV), dan penularan terjadi akibat kontak dengan air mani yang terinfeksi, darah, dan beberapa cairan tubuh lainnya. Seseorang berisiko terinfeksi penyakit menular seksual tersebut melalui hubungan seks tanpa kondom, menggunakan jarum suntik yang tidak steril, secara tidak sengaja tertusuk benda tajam, meminum air susu ibu (ASI) yang terinfeksi, atau digigit oleh orang yang terinfeksi.

Dampak penyakit menular seksual ini adalah bagian organ hati membengkak, kerusakan hati yang serius sebagai akibat dari infeksi tersebut, bahkan dapat menyebabkan kanker. Pada banyak kasus, penyakit ini bisa menjadi kronis. Bahkan Pusat donor darah umumnya selalu memeriksa pendonor untuk memastikan darahnya bebas dari virus hepatitis B.

3. HIV dan AIDS

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyebabkan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). HIV ada dalam cairan tubuh seseorang yang terjangkit virus tersebut, seperti air mani, darah, ASI, dan cairan vagina. Penularannya dapat melalui kontak antar-darah, kontak seksual (seks vaginal, oral, atau anal), transfusi darah, menyusui, persalinan, dan berbagi jarum yang terinfeksi.

Sedangkan AIDS adalah penyakit menular seksual yang ditandai dengan menurunnya daya tahan tubuh penderita, kekebalan tubuhnya akan menjadi jauh lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit. Kerentanan ini memburuk seiring berkembangnya penyakit.


4. Human Papillomavirus (HPV)

Virus HPV ini dapat memengaruhi kulit dan membran lembab yang melapisi tubuh, seperti mulut, tenggorokan, leher rahim, dan anus. Dari 100 lebih jenis HPV, sekitar 40 jenis dapat memengaruhi area genital.

Akibat dari penyakit menular seksual bagi penderita HPV adalah pertumbuhan abnormal dan perubahan sel di dalam serviks, yang berpotensi terkena kanker serviks. Pada banyak kasus, individu yang terinfeksi penyakit menular seksual ini tidak memiliki gejala dan tidak sadar.

Faktor-faktor penyebab penularan penyakit menular seksual HPV ini, paling sering ditularkan melalui seks vaginal atau anal. Namun, hubungan seks oral dan antar kelamin (tanpa penetrasi) juga merupakan jalan untuk penularan. Orang yang terinfeksi tanpa tanda dan gejala dapat menginfeksi orang lain.

Bahkan seorang ibu hamil yang memiliki HPV dapat menularkan virus pada bayinya selama persalinan, meskipun ini sangat jarang. Perlindungan terbaik dari infeksi HPV adalah harus divaksinasi.

5. Gonorea

Gonorea atau kencing nanah, adalah penyakit menular seksual yang berbahaya dan bisa merusak sistem reproduksi pria maupun wanita.

Kalau sudah parah, cairan mirip nanah akan sering keluar dan menimbulkan rasa gatal dan panas yang cukup mengganggu. Selain itu, virus dari gonore ini juga bisa menyebar ke buah zakar hingga organ internal dari vagina.

Pada banyak kasus, Gonorea sering tidak bertanda dan bergejala. Penyakit mendadak sudah parah, dengan keluarnya cairan mirip nanah yang lebih sering keluar dan menimbulkan rasa gatal serta panas yang cukup mengganggu.

Selain itu, virus dari gonore ini juga bisa menyebar ke buah zakar hingga organ internal dari vagina. Penanganan yang serius harus segera dilakukan agar tidak mengancam nyawa.

6. Sifilis

Tidak jauh berbeda denga Gonorea, sifilis juga sering tidak menimbulkan gejala. Jikapun ada gejalanya, itu kondisinya cukup ringan dan kerap membuat penderitanya tidak sadar akan kehadiran virus berbahaya yang ada di dalam tubuhnya.

Salah satu tanda dari penyakit sifilis adalah munculnya benjolan pada kemaluan. Selain itu, ruam dan gatal pada bagian telapak tangan, kaki, dan bagian sekitar kemaluan seperti selangkangan.

7. Klamidia

Penyakit menular seksual klamidia adalah penyakit yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis (C. trachomatis), bakteri yang menginfeksi manusia secara eksklusif. Pada pria, penyakit ini bisa menyerang ujung penis dan menyebabkan infeksi yang cukup parah. Pada wanita, gejala klamidia akan muncul bila sudah parah, yakni rasa nyeri saat buang air kecil, serta muncul cairan mirip keputihan dari vagina.



Simak Video "Ini Bahayanya Jika Hand Sanitizer Digunakan Terus Menerus"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/wdw)