Mau Ikut Nyumbang BPJS Kesehatan Seperti Menkes Terawan? Begini Caranya

ADVERTISEMENT

Mau Ikut Nyumbang BPJS Kesehatan Seperti Menkes Terawan? Begini Caranya

Widiya Wiyanti - detikHealth
Minggu, 27 Okt 2019 08:00 WIB
Ada beberapa cara yang bisa dipilih jika ingin menyumbang untuk BPJS Kesehatan. (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jakarta - Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Purwanto berniat memberikan gaji dan tunjangan kinerja pertamanya untuk membantu mengatasi defisit BPJS Kesehatan. Aksinya ini diharapkan dapat diikuti dan menginspirasi banyak orang.

Banyak orang telah mengapresiasi langkah yang diambil Menkes, salah satunya dokter yang juga influencer kesehatan, dr Gia Pratama MD. Kepada detikcom, dr Gia, begitu ia akrab disapa, sudah lama memiliki keinginan tersebut namun tidak tahu bagaimana cara untuk memberikan donasi.

"Benar.. Karena aku tahu banget siapa yang menikmati, pasien aku sendiri yang butuh. Termasuk keluargaku juga pakai," ujarnya pada Sabtu (26/10/2019).


Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma'ruf mengatakan jika masyarakat ingin ikut membantu, BPJS Kesehatan memiliki Program Crowfunding JKN-KIS dan Donasi JKN-KIS dengan pengalokasian dana yang berbeda.

"Crowfunding JKN-KIS ditujukan untuk membantu peserta yang menuggak karena tidak mampu membayar. Program Donasi JKN-KIS untuk donasi pendaftaran peserta baru, misal asisten rumah tangga," sebut Iqbal.

Program ini bisa diikuti oleh perorangan, badan usaha, maupun lembaga lainnya untuk berkontribusi menangung masyarakat miskin dan tidak mampu yang belum terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Ketentuan lain yang harus dipenuhi donatur antara lain iuran peserta harus dibayarkan minimal 6 bulan di muka dan peserta program dan keluarganya juga harus didaftarkan pada kelas perawatan yang sama.

"Sebenarnya kalau mau browsing, atau mention akun medsos BPJS Kesehatan atau care center 1500400 bisa dipandu," saran Iqbal.

"Berbuat baik bagi sesama tentu hal yang positif dan membangun kembali budaya gotong royong yang sudah ada dalam budaya kita," pungkasnya.



Simak Video "IDI Resmi Pecat Dokter Terawan Dari Keanggotaan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/wdw)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT