Minggu, 27 Okt 2019 09:30 WIB

Dear Kaum Rebahan, Hindari Hal Berikut Jika Tak Ingin Punya Perut Buncit

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Rebahan dan makan sembarangan turut meningkatkan risiko perut buncit. (Foto: iStock)
Jakarta - Setelah hampir seminggu beraktivitas, rebahan di kasur bisa menjadi 'hadiah' yang sangat besar. Meski menyenangkan, kebiasaan ini bisa mengakibatkan perut membuncit yang nantinya akan berpengaruh pada kesehatanmu.

Perut buncit kerap dialami banyak orang, termasuk pria dewasa. Hal ini bisa saja mengurangi rasa percaya diri seseorang. Tapi sebenarnya perut buncit muncul karena gaya hidup dan banyak faktor lain.

Jansen Ongko, seorang ahli gizi dan olahraga menuturkan bahwa sama halnya dengan obesitas, perut buncit muncul karena makanan yang dikonsumsi lebih banyak dari energi yang diperlukan untuk beraktivitas. Akibatnya, penumpukan lemak pun terjadi, termasuk di daerah perut.

Menghabiskan akhir pekan dengan rebahan dan makan sembarangan turut meningkatkan risiko perut buncit. Namun, faktornya bisa juga dari hal-hal berikut ini.


1. Malas olahraga

Malas olahraga adalah masalah utama yang menjadi penyebab perut buncit. Jika Anda jarang melakukan aktivitas fisik atau berolahraga, sehari-hari hanya makan dan tiduran saja, maka jangan kaget kalau bentuk perut akan membesar.

"Sebabnya adalah kelebihan kalori dari makanan yang dimakan tidak akan terbakar tanpa melakukan aktivitas, sehingga menyebabkan lemak tertimbun," ujar Jansen.

2. Stres dan Kurang Tidur

Banyak pikiran dapat memicu stres yang berujung pada konsumsi makanan manis dan berlemak yang berlebihan. Hormon kortisol (hormon stres) yang berlebih juga dapat menumpuk lemak lebih mudah di perut.

Sementara itu, tidur cukup sangat disarankan untuk mendapatkan berat badan yang ideal.

"Banyak penelitian yang menemukan bahwa kurang tidur mampu meningkatkan risiko kenaikan berat badan. Jika Anda tidur kurang dari enam jam setiap malam, akan memperbesar nafsu makan," jelas Jansen.

3. Pola Makan Salah

Salah satu penyebab perut buncit adalah jadwal makan yang berantakan serta konsumsi panganan cepat saji. Rasa lapar yang berlebihan karena jadwal makan tak teratur membuat seseorang tak terkontrol hingga makan dalam porsi besar. Akibatnya berat badan pun bertambah.

Makanan yang tinggi kalori dan cepat saji dapat meningkatkan risiko perut buncit. Lemak trans pada makanan cepat saji juga bisa menambah ukuran lingkar pinggang Anda.

4. Konsumsi alkohol

Konsumsi alkohol turut memicu perut buncit. Sebab, saat minum alkohol, terdapat peningkatan aktivitas neuron di otak yang berhubungan dengan rasa lapar. Hal itu mendorong seseorang untuk terus makan camilan. Ujung-ujungnya, tentu saja berat badan bertambah dan perut membuncit.

"Seperti kelebihan berat badan pada umumnya, obesitas sentral alias perut buncit, sering kali dipicu oleh konsumsi alkohol sehingga banyak yang menyebut perut buncit dengan beer belly," tambahnya.

Selain poin di atas, Jansen juga mengatakan perut buncit bisa datang karena menopause, poster tubuh yang bungkuk, serta faktor hormon dan usia seseorang.



Simak Video "Mau Punya Otot Perut Seperti Diva? Ini Caranya!"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)