Selasa, 29 Okt 2019 08:10 WIB

Air Mineral Bukan Minuman 'Tersehat', Kenapa Para Dokter Tetap Menganjurkan?

Michelle Natasya - detikHealth
Air mineral atau air putih tetap yang dianjurkan untuk hidrasi. (Foto: iStock) Air mineral atau air putih tetap yang dianjurkan untuk hidrasi. (Foto: iStock)
Jakarta - Beberapa waktu belakangan ini sedang ramai dibahas sebuah penelitian soal peringkat minuman terbaik untuk hidrasi. Penelitian tersebut menempatkan susu skim sebagai minuman 'tersehat', dalam arti paling menghidrasi.

Penelitian ini sebenarnya bukan penelitian baru, karena sudah diterbitkan tahun 2015 dalam jurnal The American Journal of Clinical Nutrition.

Dalam penelitian tersebut, susu skim disebut-sebut lebih baik dari air putih atau air mineral. Ditemukan bahwa susu skim ternyata lebih mampu menghidrasi tubuh ketimbang air putih karena kandungan lemaknya yang rendah, protein, laktosa gula, dan sodium.

Kandungan-kandungan ini sangat tepat untuk menyeimbangkan kebutuhan cairan tubuh. Tidak hanya itu, kandungan ini juga memperlambat pengosongan cairan dari tubuh dan menjaga hidrasi tahan lebih lama.


Penelitian soal minuman 'tersehat' ini sudah lama diteliti, tapi kenapa anjuran untuk hidrasi yang baik tetap pada air putih?

dr Titi Sekarindah, SpGK, pakar nutrisi dari Rumah Sakit Pusat Pertamina Kebayoran Baru mengatakan bahwa air putih masih menjadi anjuran karena tidak semua orang bisa mengonsumsi susu skim. Jadi tidak bisa serta merta dikatakan susu skim lebih baik dari air putih.

"Sebagian orang menderita lactose intolerance. Jadi perut akan terasa tidak nyaman kalau minum susu, termasuk susu skim. Susu skim juga harganya cukup lumayan," pungkasnya.

Lalu kenapa disebut lebih menghidrasi? Tak lain karena ada banyak kandungan nutrisi di dalamnya, sehingga butuh waktu lebih lama untuk diserap oleh tubuh dibandingkan air mineral saja.



Simak Video "Benarkah Penderita Maag Tidak Boleh Minum Air Dingin?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)