Rabu, 30 Okt 2019 17:13 WIB

Gadis Ini Live Streaming Operasi Otaknya Sendiri, Ada yang Berani?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi operasi. Foto: thinkstock Ilustrasi operasi. Foto: thinkstock
Jakarta - Tampaknya live streaming siaran pertandingan sepak bola atau acara konser sudah terlalu mainstream. Nah seorang gadis asal Georgia, Amerika Serikat menyaksikan live streaming operasi otaknya secara sadar.

Jenna Schardt (25) mengalami gejala yang tampak mirip seperti stroke. Ia mengalami kejang yang disebabkan kumpulan pembuluh darah kapiler dan vena melebar di otak atau yang disebut cavernoma. Dokter juga menemukan adanya massa di otak Jenna dan berusaha diobati namun tidak berhasil.

Agar Jenna dapat melanjutkan pendidikannya, dokter merekomendasikan pengangkatan massa tersebut melalui operasi otak terbuka. Terlebih lagi cavernoma terletak pada area otak yang mengontrol bicara, sehingga dokter perlu memetakan dengan tepat di tempat yang aman untuk dioperasi.

Dan untuk itu, dokter harus membuat Jenna terus terjaga dan terus berbicara selama prosedur operasi berjalan. Jenna pun setuju dan memutuskan bahwa ia juga ingin melihat proses operasinya.

"Aku merasa cukup tenang, merasa damai dalam keadaan ini... Jika ini bisa menjadi sebuah pembelajaran bagi orang lain, aku tidak masalah," ujar Jenna sebelum operasi dikutip dari DailyMail.

Operasi pun dimulai, Jenna mengenakan selang yang mengalirkan oksigen ke hidungnya. Di belakang tirai bedah, tengkorak Jenna mulai dibedah. Selama prosedur operasi, Jenna tidak tampak tercengang sama sekali.

"Kupu-kupu... kura-kura... pisang... oranye... manusia... empat... sepatu..." kata-kata yang terucap dari mulut Jenna semasa operasi berlangsung.



kepala bedah saraf di Methodist Dallas Medical Center, dr Nimesh Patel menjelaskan, selama prosedur operasi, otak Jenna sendiri memiliki sedikit reseptor rasa sakit yang membuatnya tida terlalu sensitif terhadap sensasi atau bahkan sodokan alat-alat logam. Dengan kata lain, Jenna merasa nyaman selama efek anastesi masih dirasakannya.

Para dokter harus memastikan rute pembedahan tidak mengganggu sekitar cavernoma sehingga tidak merusak kemampuan berbicaranya. Diperkirakan satu dari 100-200 orang diperkirakan memiliki cavernoma, tetapi sekitar seperempat dari mereka tidak pernah memiliki gejala.

"Satu milimeter ke kiri atau ke kanan dapat memengaruhi bicaranya, jadi jika dia tidak dapat berbicara (ketika merangsang bagian otaknya), kita tahu itu adalah wilayah yang ingin kita hindari," ungkap dr Patel.

Jenna benar-benar tidak takut menyaksikan operasi otaknya secara langsung. Bahkan ia terlihat lancar bercakap dengan petugas medis. Beberapa jam setelah operasi, Jenna terjaga, tersenyum dan mengacungkan jempol ke kamera.

Ia harus dipantau selama beberapa waktu, untuk memastikan bahwa seluruh cavernoma diangkat dan jalur menuju malformasi tidak terganggu selama operasi. Jika semua berjalan sesuai rencana, Jenna akan pulih dengan cepat dan dapat menyelesaikan gelar masternya tahun depan.



Simak Video "Kenali Cara Operasi Bibir Sumbing"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)