Rabu, 30 Okt 2019 17:32 WIB

Bukan Digendong Terbalik, Ini Cara Tangani Korban Tenggelam yang Benar

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi korban tenggelam. Foto: (Thinkstock) Ilustrasi korban tenggelam. Foto: (Thinkstock)
Jakarta - Di media sosial Twitter beredar video viral aksi penyelamatan seorang anak yang hanyut di sungai. Di dalam video tampak sang anak digendong dengan cara terbalik lalu dibawa lari-lari sebelum akhirnya diberi resusitasi jantung paru (RJP).

"Orang yg tenggelam di air. Walaupun sudah tidak bergerak & bernafas. JANGAN dianggap sudah meninggal. Coba lakukan seperti dalam. Vidio ini, membawa nya berlari2 dg cara gendong terbalik selama 20 menit lalu pompa dada nya, agar jantung kembali berfungsi," tulis akun Twitter @ana_khoz yang mengunggah video pada 28 Oktober 2019 lalu.



Menanggapinya, ahli kesehatan jantung dr Vito A Damay, SpJP, dari Siloam Hospital Karawaci menegaskan bahwa cara tersebut keliru. Membalik tubuh korban tenggelam tidak bermanfaat dalam mengembalikan fungsi jantung malah hanya membuang waktu berharga untuk menyelamatkan nyawa.

Apa yang harus dilakukan ketika menghadapi korban tenggelam adalah pertama pastikan kondisinya. Cek respons seperti suara, gerak, napas, hingga detak jantung.

"Jadi waktu memastikan apakah dia (korban) sadar atau enggak adalah dipanggil, ditepok atau guncang bahunya. Dalam 10 detik tidak ada respons maka kita anggap harus lakukan kompresi dada dan bantuan napas," papar dr Vito pada detikcom, Rabu (30/10/2019).

Yayasan Jantung Indonesia dalam situs resminya memberi petunjuk bagaimana melakukan RJP. Kompresi harus dilakukan secara cepat minimal 100 kali per menit dengan kedalaman tangan menekan dada sekitar 5 sentimeter. Jangan lupa berikan napas buatan setiap 30 kali kompresi.



Simak Video "Atasi Diare Pertama dengan Buat Cairan Oralit Sendiri!"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)