Kamis, 31 Okt 2019 13:22 WIB

Viral Foto MRI Otak Bukti Kasih Sayang Ibu dan Anak, Ini Faktanya

Firdaus Anwar - detikHealth
Viral foto MRI disebut reaksi hormon oksitosin saat ibu cium anak. (Foto: Tangkapan layar Twitter)
Jakarta - Di media sosial Twitter beredar foto menyebut hasil pindaian magnetic resonance imaging (MRI) pertama yang menunjukkan reaksi di otak saat seorang ibu mencium anaknya. Area berwarna merah diklaim sebagai aktivitas pelepasan hormon cinta oksitosin.

"Ciuman ibu menyebabkan reaksi kimia pada otak bayi hingga melepas oksitosin (hormon yang membuat kita merasa suka dan dekat). Ini adalah MRI bukti cinta!" tulis akun Twitter @DanyalGilani yang unggahannya pada 30 September 2019 lalu sudah diretweet 489 kali dan mendapat lebih dari 1,4 likes.


Bagaimana kenyataannya?

Dari penelusuran detikcom tampaknya foto viral tersebut hasil rekayasa foto yang menemani artikel di Smithsonian Magazine tahun 2015 lalu. Foto memang menunjukkan hasil pindaian MRI ibu dan anak, spesifiknya ahli neurosains Rebecca Saxe, namun tanpa ada area kemerahan di bagian otak.

Di dalam artikel terkait Rebecca menjelaskan bahwa ia mengambil foto tersebut hanya karena iseng ingin tahu.

"Khususnya gambar MRI ini, tidak dibuat untuk diagnostik atau untuk sains. Setahu saya tidak ada yang pernah mengambil foto MRI ibu dan anak bersama-sama. Karena itu saya ingin melihatnya," tulis Rebecca seperti dikutip dari Smithsonian Magazine.

Belakangan Rebecca menyadari bahwa fotonya viral dengan keterangan yang keliru. Ia kembali menegaskan bahwa info yang menyebut ini foto reaksi otak saat ibu mencium bayi sebagai hal yang keliru alias hoax.

"Tidak ada hubungannya dengan oksitosin, hormon, ciuman, atau menyusui. Titik," pungkas Rebecca di akun Twitter pribadinya.



Simak Video "Keresahan Dokter Perihal Thermo Gun yang Ditembak di Tangan "
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)