Jumat, 01 Nov 2019 09:30 WIB

Berbagai Masalah Kesehatan Ini Mungkin Jadi Tanda Ususmu Tidak Sehat

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Masalah di usus dapat berdampak pada area lain di dalam tubuh. (Foto: Thinkstock) Masalah di usus dapat berdampak pada area lain di dalam tubuh. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Pada usus manusia, terdapat mikroorganisme yang jumlahnya mencapai miliaran. Mikroorganisme ini terdiri dari bakteri baik dan juga buruk. Saat bakteri baik berkembang dengan baik, usus kamu akan sehat dan terhindar dari berbagai masalah kesehatan.

Tapi, jika usus mengalami masalah, bakteri buruk dapat tumbuh dengan mudahnya dan menyebabkan permasalahan pada kesehatan tubuh. Alhasil, tubuh mengalami kembung, sembelit, dan banyak mengeluarkan gas.

Dikutip dari Livestrong, 6 masalah kesehatan ini mungkin jadi tanda bahwa ususmu dalam keadaan yang tidak sehat.


1. Auto-Brewery Syndrome

Auto-Brewery Syndrome atau sindrom fermentasi usus merupakan salah satu kondisi langka yang disebabkan oleh kerusakan usus. Seorang ahli gastrienterologi di NYU Langone Health, Lee Ann Chen menjelaskan, hal ini disebabkan oleh bakteri pada usus yang memfermentasi karbohidrat menjadi etanol. Mereka akan merasa mabuk, walaupun tidak mengkonsumsi alkohol.

2. Bau mulut

Saat berbicara tentang bau mulut, pasti akan dikaitkan dengan beberapa makanan tertentu seperti bawang-bawangan atau kesehatan mulut yang buruk. Penyebab bau mulut sendiri bukan hanya dihasilkan dari bakteri yang terdapat pada lidah, tetapi juga pada usus.

Seperti contohnya helicobacter pylori, bakteri yang menjadi penyebab paling umum dari gastritis. Bakteri ini tumbuh pada saluran pencernaan manusia. Menurut penelitian dari Teheran University of Medical Sciences, bakteri ini juga dikaitkan dengan halitosis atau bau mulut kronis. Gejala lain dari infeksi helicobacter pylori seperti rasa sakit atau terbakar di perut, sering bersendawa, dan berat badan turun.

3. Insomnia

Usus yang bermasalah dapat berpengaruh pada kualitas tidur seseorang. Terlebih saat dalam keadaan stres, dapat mengacaukan kinerja bakteri yang ada di usus, sehingga menyebabkan peradangan dan gangguan tidur. Sebuah studi di Sleep Medicine mengungkapkan adanya korelasi yang positif antara kualitas tidur dan bakteri yang terdapat pada usus. Jika usus dalam keadaan baik dan sehat, maka tidur seseorang juga cenderung lebih baik dan nyenyak.

4. Kesehatan mental terganggu

Apa yang terjadi di usus, secara langsung dapat mempengaruhi kinerja otak di kepala. Sumbu antara otak dan usus mengacu pada interaksi bakteri dan sistem saraf yang ada pada tubuh. Berdasarkan sebuah penelitian di Frontiers in Psychiatry, perubahan kondisi bakteri pada usus dapat menyebabkan munculnya perasaan cemas ataupun depresi pada seseorang.

5. Sistem kekebalan tubuh menurun

Bakteri sehat di dalam usus dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh dengan baik. Tapi, saat keseimbangan bakteri hilang, tubuh akan mudah terserang berbagai penyakit.

"Studi klinis dan pra-klinis (melalui hewan) dapat menunjukkan bahwa bakteri pada usus memiliki peran penting dalam perkembangan tubuh secara normal, yang dapat mempengaruhi serangan penyakit," kata dr Chen.

Menurut Harvard Health Publishing, sebuah fakta didapatkan bahwa keberadaan bakteri tertentu di usus juga dapat mencegah penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.

6. Masalah kulit

Saat dalam keadaan yang seimbang, usus dapat membantu mencegah terjadinya infeksi dan berbagai penyakit. Tapi, jika usus tidak berfungsi secara optimal, dampaknya akan muncul pertama kali pada kulit.

Misalnya, saat bakteri pada usus tidak seimbang, akan menyebabkan respon peradangan pada tubuh. Ini bisa memicu kulit mengalami eksim, psoriasis, dan jerawat.



Simak Video "Mengenal Faktor Risiko Kanker Usus"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)