Jumat, 01 Nov 2019 11:41 WIB

Blak-blakan Menkes Terawan

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan di Mata Menkes Terawan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Terawan Agus Putranto (Foto: Muhammad Ridho) Terawan Agus Putranto (Foto: Muhammad Ridho)
Jakarta - Presiden Joko Widodo telah resmi menaikkan iuran BPJS Kesehatan yang berlaku mulai Januari 2020 mendatang. Kenaikan iuran ini diharapkan mampu mengurangi defisit yang selama ini menjadi masalah besar BPJS Kesehatan.

Meski demikian, banyak masyarakat yang mengambil sikap tidak setuju atas kenaikan tersebut. Bahkan di media sosial viral masyarakat ingin 'turun kelas' karena menilai iuran yang berlaku mendatang memberatkan mereka.

Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto menilai kenaikan iuran ini bukan tanpa pertimbangan. Meski iuran naik, pemerintah tetap memegang porsi pembiayaan terbesar untuk membantu masyarakat.



"Jadi begini, usaha dan pemberian pemerintah itu sudah luar biasa. Pemerintah sudah membantu iuran 96,2 juta padahal angka kemiskinan hanya 25 juta," kata Menkes saat ditemui di markas detikcom baru-baru ini.

"Betapa pemerintah itu luar biasa keinginannya mengentaskan kesulitan rakyat. dan juga masih yang TNI, Polri, Pegawai Negeri, ada supporting dana dari pemerintah. Coba dihitung berapa triliun pemerintah berikan untuk pelayanan kesehatan ini," paparnya kemudian.

Ia menganggap iuran yang berlaku kedepan harus dirasionalisasi dan dioptimalisasi. Mereka yang mampu dan tidak masuk dalam kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) diharap tidak menunggak dan hanya membayar jika sakit.

"Harus realita ini dilihat. Pemerintah wes mbayari, wes nge ke'i, sudah all out, disalahkan lagi kan repot," pungkasnya.

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Blak-blakan Terawan Agus Putranto: Nasib Pasien, Pasca Jadi Menteri"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)