Jumat, 01 Nov 2019 11:43 WIB

Lebih Aman, Obat Berbahan Alami Ini Bisa Gantikan Ranitidine

Faidah Umu Sofuroh - detikHealth
Foto: Shutterstock Foto: Shutterstock
Jakarta - Setelah ditariknya Ranitidine oleh Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (Badan POM) lantaran mengandung NDMA di atas 96 NDMA per hari, masyarakat memerlukan obat pengganti yang terbukti aman. Ilmuwan Indonesia telah menemukan formula berbahan alami asli Indonesia yang terbukti aman dan efektif mengatasi gangguan lambung.

Badan POM telah merekomendasikan obat-obatan pengganti Ranitidine dengan obat-obatan berbahan kimia yakni Alumunium hydroxyde, Magnesium hydroxyde, dan Simethicone untuk golongan antasida; lanzoprazol, omeprazol, dan pantoprazole untuk golongan penghambat pompa proton; hingga obat-obatan lain dalam sediaan injeksi.

Menurut Executive Director Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), Dr Raymond Tjandrawinata, obat herbal bisa menggantikan obat kimia. Tentunya obat herbal tersebut telah melalui penelitian hingga serangkaian tes untuk dapat menyamai kemampuan obat kimia, seperti Ranitidine.

"Obat herbal bukan berarti jamu. Obat yang kami kembangkan ini telah melalui clinical trial sehingga bisa menggantikan Ranitidine," ujar Dr Raymond dalam keterangan tertulis.

Obat modern asli Indonesia (OMAI) yang telah dikembangkan Dexa Group melalui DLBS tersebut bernama Redacid (DLBS2411). Redacid terbuat dari bahan alami yang diambil dari kekayaan alam Indonesia.


"Redacid terbuat dari fraksi bioaktif dari Cinnamomum burmannii, atau dalam Bahasa Indonesia adalah kayu manis. Kami menggunakan bahan asli Indonesia," ungkapnya.

Lebih Aman, Obat Berbahan Alami Ini Bisa Gantikan RanitidineFoto: Dok. Dexa

Sebagai obat herbal terstandar, Redacid diformulasikan dan dibuat dengan bantuan teknologi farmasi modern. Menurut Dr Raymond , penciptaan Redacid merupakan era baru obat tradisional karena melibatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Teknologi yang digunakan untuk ini adalah Tandem Chemistry Expression Bioassay System (TCEBS)," jelasnya.


Teknologi ini digunakan untuk menghasilkan fraksi bioaktif dari kayu manis yang lebih murni dibanding ekstrak biasa. Fraksi ini nantinya, akan bekerja secara langsung untuk menghambat aktivitas pompa proton yang berfungsi untuk memproduksi asam lambung.

"Redacid juga memiliki potensi sebagai antioksidan sehingga dapat mengurangi jumlah radikal bebas, di mana radikal bebas ini ternyata juga berperan dalam proses terjadinya ulser atau tukak pada lambung," kata Dr Raymond yang mendapatkan apresiasi dari pemerintah untuk riset dan inovasi produk herbal modern 'Innovative Industrial Research Development Institution (IIRDI) Award 2018'.

Terkait dengan pengembangan OMAI, pemerintah telah mendorong percepatan pengembangan obat bahan alam menjadi Fitofarmaka. Dexa Group sebagai perusahaan Farmasi Nasional berkomitmen untuk mengimplementasikan kebijakan pemerintah tersebut melalui penciptaan dan pengembangan obat-obatan berbahan baku dalam negeri melalui produksi Fitofarmaka.

Saat ini, dari 26 Fitofarmaka di Indonesia, Dexa Group telah mengantongi 18 OMAI berstatus Fitofarmaka. Melalui obat-obatan Fitofarmaka, diharapkan Indonesia semakin mandiri dalam produksi obat nasional sehingga dapat menggantikan obat-obatan kimia yang 90% bahan bakunya impor.

Lantaran itu, Redacid yang merupakan obat modern asli Indonesia berbahan alam yang aman dikonsumsi, dapat menjadi alternatif pengganti Ranitidine. Terlebih lagi, Redacid dapat diperoleh di apotek terdekat. Bahkan Redacid dapat dibeli di apotek online terpercaya GoApotik, yang bisa juga diakses melalui official store di toko online terkemuka di Indonesia yakni Tokopedia.

Di toko online tersebut, Redacid dijual dengan berbagai pilihan kebutuhan, mulai Redacid yang dijual dengan per kaplet-nya atau Redacid yang dijual dengan harga per strip, dan juga dijual per box.

Tautan pada artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Setiap transaksi yang terjadi atas pengiriman barang dan kualitas produk bukan tanggung jawab detikcom. (ads/ads)