Jumat, 01 Nov 2019 12:53 WIB

Penyebab Encephalistis dan Hypoalbuminea Seperti Diidap Alfin Lestaluhu

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Alfin Lestaluhu (Foto: Instagram @bimasakti230176) Alfin Lestaluhu (Foto: Instagram @bimasakti230176)
Jakarta - Bek kanan dari timnas sepakbola U-16, Alfin Lestaluhu meninggal dunia kemarin, Kamis (31/10) pada pukul 22.11 WIB. Ia menghembuskan napas terakhirnya di Jakarta dan sempat dirawat di Rumah Sakit Harapan Kita. Seperti yang ungkapkan Media Officer PSSI Bandung Saputra, Alfin mengidap encephalitis dan hypoalbuminea.

Dikutip dari laman Mayo Clinic, penyebab encephalitis atau radang otak ini terkadang tidak dapat diketahui secara pasti. Namun, penyakit ini dapat disebabkan oleh virus, bakteri, maupun jamur yang langsung menyerang otak. Selain itu, radang otak juga dapat terjadi akibat dari respon sistem kekebalan tubuh yang keliru.

Penyebab encephalitis yang paling umum yaitu Herpes Simplex Virus (HSV) dan Epstein-Barr Virus (EBV). Penyakit yang disebabkan oleh virus herpes ini tergolong berbahaya, bahkan bisa mengakibatkan kerusakan otak yang fatal. Selain itu, masih ada jenis virus lainnya yang bisa mengakibatkan ensefalitis, misalnya virus influenza, gondok, HIV, dan sitomegalovirus.



Sementara itu, encephalitis bisa terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang harusnya berperan untuk menangkal zat asing berbahaya dalam tubuh, malah menyerang sel-sel otak yang sehat. Keadaan ini terjadi karena sistem imun salah mendeteksi infeksi yang ada pada tubuh.

Sedangkan hypoalbuminea, dikutip dari Healthline, sering disebabkan karena adanya peradangan di seluruh tubuh, seperti mengalami sepsis atau pasca operasi. Peradangan juga bisa terjadi karena pemasangan ventilator atau alat bantu napas. Kondisi ini disebut sebagai kebocoran kapiler atau spasi ketiga.

Selain itu, penyebab hypoalbuminea lainnya seperti luka bakar serius, kurang asupan vitamin, gizi yang tidak seimbang, adanya gangguan penyerapan nutrisi, dan menerima cairan intravena (IV) saat Anda di rumah sakit setelah operasi. Pada kondisi tertentu, misalnya diabetes, hipertiroidisme, gagal jantung, lupus, sirosis, dan sindrom nefrotik juga bisa menjadi penyebab lainnya.

Penyakit hypoalbuminea juga dianggap sebagai faktor risiko untuk beberapa kondisi lainnya, seperti penyakit paru obstruktif kronis hingga mengembangkan komplikasi berbagai penyakit tambahan.



Simak Video "Liana Tasno Bagikan Tips Ampuh Mengurangi Ngemil"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)