Jumat, 01 Nov 2019 16:22 WIB

Diidap Alfin Lestaluhu, Ini Kaitan Encephalitis dan Hypoalbumin

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Alfin Lestaluhu (Foto: Instagram @bimasakti230176)
Jakarta - Bek kanan timnas U-16, Alfin Lestaluhu meninggal pada Kamis (31/10), akibat dua penyakit berat yang diidapnya. Ia mengidap encephalitis dan hypoalbumin secara bersamaan dan sempat dirawat di Rumah Sakit Harapan Kita.

Menurut ahli saraf sekaligus Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), dr Mursyid Bustomi, SpS(K), encephalitis yang merupakan salah satu penyakit berat atau kritis bisa mendorong munculnya kondisi hypoalbuminea. Ini karena hypoalbuminea hanya bisa muncul pada orang yang berpenyakit berat dan termasuk jenis penyakit yang tidak bisa berdiri sendiri.

"Saat encephalitis dan hypoalbuminea ada secara bersamaan di tubuh, dipastikan encephalitis jadi penyakit utama, sedangkan hypoalbuminea jadi keadaan yang menyertai kondisi kritis itu," jelas dr Bustomi saat dihubungi detikcom, Jumat (1/11/2019).



"Walaupun kondisi dari kedua penyakit tersebut saling mendukung, bukan berarti mereka saling berkaitan. Tidak semua kondisi encephalitis dapat menyebabkan hypoalbuminea. Hanya penyakit-penyakit berat atau pun hal yang dapat mempengaruhinya. Karena dalam keadaan itu, fungsi hati untuk menghasilkan albumin terganggu, maka munculah penyakit itu," katanya.

dr Bustomi mengatakan, hanya penyakit-penyakit berat seperti misalnya peradangan otak, tuberculosis (TBC), ataupun penyakit berat dan kritis. Ia menambahkan, saat keadaan tubuh yang tidak baik itu fungsi hati yang menghasilkan albumin akan rusak, terganggu, dan mendorong munculnya hypoalbuminea.



Simak Video "Raffi Ahmad-Deddy Corbuzier Ikut Gerakan #MaskerKainUntukSemua"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)