Senin, 04 Nov 2019 07:00 WIB

Mengenal Toxic Positivity, Penyemangat yang Justru Bikin Mental Ambyar

Widiya Wiyanti - detikHealth
Niatnya menghibur dan kasih semangat, siapa sangka kata-kata positif juga bisa bikin mental makin ambyar (Foto: thinkstock) Niatnya menghibur dan kasih semangat, siapa sangka kata-kata positif juga bisa bikin mental makin ambyar (Foto: thinkstock)
Jakarta - Sebelumnya kita mengenal istilah toxic people ataupun toxic relationship. Kini ada istilah yang disebut toxic positivity yang tengah banyak diperbincangkan oleh netizen di media sosial. Apa sebenarnya yang dimaksud toxic positivity?

Psikolog klinis dari Personal Growth Veronica Adesla mengatakan bahwa istilah toxic positivity menggambarkan kata-kata dan dorongan agar orang lain berpikir positif yang justru berdapak buruk pada orang yang disampaikan tersebut.

Kata-kata positif tersebut bisa berdampak buruk dikarenakan penyampaian yang tidak memperhatikan situasi kondisi dan karakter kepribadian orang yang disampaikan.



"Pada situasi kondisi di mana orang tersebut baru mengalami suatu masalah besar baginya dan atau sedang bercerita untuk mengungkapkan ekspresi emosinya, (kita) menanggapi ceritanya dengan mengatakan: 'berpikir positif ajalah!', 'ambil hikmahnya...', 'udah lah biasa aja kali!', 'ga usah terlalu dipikirin', 'ga usah dipusingin', 'lu bayangin lah ada orang lain yang lebih susah (punya masalah lebih berat) tau!', 'lu tuh mustinya bersyukur..., coba gua aja...! '" ungkap Vero kepada detikcom.

Menanggapi curahan hati orang lain dengan mengatakan untuk berpikir positif atau membandingkannya dengan persoalan orang lain yang lebih berat justru akan memperburuk kesejahteraan psikologis orang tersebut.

Atau menanggapinya dengan mengatakan padanya untuk bersyukur atas situasi kondisinya juga bisa berdampak negatif. Jadi, berhati-hatilah dalam menanggapi cerita orang lain.



Simak Video "Kata Dokter Jiwa soal Ramai 'Keluhan' Pasca Nonton Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)