Senin, 04 Nov 2019 09:03 WIB

Toxic Positivity, Kenapa Kata-kata Penyemangat Kadang Malah Bikin Drop?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Toxic positivity, penyemangat yang bikin mental ambyar. Foto: Thinkstock Toxic positivity, penyemangat yang bikin mental ambyar. Foto: Thinkstock
Jakarta - Istilah toxic positivity merupakan gambaran dari kata-kata atau dorongan pada orang lain agar berpikir positif namun justru berdampak buruk bagi orang yang disampaikan tersebut. Dampaknya bisa memburuk pada kondisi di mana orang tersebut baru mengalami suatu masalah.

Kata-kata yang biasanya bisa menjadi toxic positivity misalnya 'berpikir positif ajalah!', 'ambil hikmahnya...', atau 'udah lah biasa aja kali!'. Menurut Psikolog klinis dari Personal Growth Veronica Adesla, kata-kata tersebut bisa memperburuk kesejahteraan psikologis orang tersebut.

"Pada kondisi seperti tersebut, ia dapat merasa bahwa: 1) persoalannya diremehkan; 2) perasaannya tidak diterima; 3) tidak seharusnya ia merasakan emosi yang saat itu dirasakan; 4) tidak harusnya ia mengeluh; 5) merasa bersalah karena telah mengungkapkan keluh kesah dan gundah gulana hatinya," jelas Vero kepada detikcom, Rabu (30/10/2019).


"Padahal setiap orang memiliki emosi negatif yang wajar muncul dan dirasakan ketika mengalami persoalan yang membuatnya tidak nyaman ataupun tidak menyenangkan," lanjutnya.

Bercerita dengan orang lain ketika ada suatu masalah memang menjadi harus berhati-hati karena bisa berpotensi memperburuk keadaan bila respon yang diberikan tidaklah tepat.

Respon yang bisa memperburuk keadaan seperti menanggapi curhatan orang lain dengan mengatakan untuk berpikir positif, atau membandingkan dengan persoalan orang lain yang lebih berat dan mengatakan padanya untuk bersyukur atas situasi kondisinya saat ini.



Simak Video "Ragam Jasa 'Permak' Mr P Selain Mak Erot"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)