Senin, 04 Nov 2019 09:49 WIB

Ajaib, Wanita Ini Bisa Dengar Degup Jantungnya Sendiri Tanpa Stetoskop

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi telinga sakit. Foto: thinkstock
Jakarta - Karrie Aitkens hidup sebagai seorang ibu dan wanita biasa di California, hingga satu hari mengubah hidupnya 180 derajat. Ia terbangun pada satu pagi dan merasakan telinga kirinya aneh dan pusing yang luar biasa.
Dikutip dari Reader's Digest, kondisi anehnya tersebut membuatnya bolak-balik ke UGD, dokter, sampai ke berbagai dokter THT. Namun sayangnya, tak satupun bisa menemukan diagnosis yang tepat untuk apa yang ia alami.
Tak lama kemudian, satu gejala lagi muncul, yakni Karrie mendadak bisa mendengar degup jantungnya sendiri di telinganya. Suara degup ini sangat keras hingga ia tak bisa mendengar apapun.
"Aku harus meminum pil cemas untuk menenangkan diri. Aku juga mengalami depresi dan cemas, turun 18 kg selama berminggu-minggu sejak gejala ini mulai. Biasanya aku orangnya santai, aku tahu gejala ini aneh. Benar-benar menyiksa," tuturnya.
Hingga akhirnya ia menemukan dokter yang tepat yang mendiagnosisnya sengan penyakit yang cukup baru dan langka. Penyakit yang dialaminya disebut Superior Semicircular Canal Dehiscence (SSCD), sebuah gangguan telinga yang teridentifikasi pertama kali di tahun 1998, menurut National Organization for Rare Disorders (NORD).


Gangguan ini disebabkan oleh penipisan atau hilangnya tulang yang berada di atas telinga bagian dalamnya. Tulang ini seharusnya menebal usai kelahiran seiring bertambah dewasa. Jika tidak, maka tulang ini bisa memunculkan tiga lubang yang tidak normal.
Fenomena mendengar degup jantung seperti yang dialami Karrie adalah gejala khas SSCD, di mana pengidapnya bisa mendengar suara yang dikeluarkan oleh tubuhnya sendiri, termasuk juga suara pencernaan bahkan gerakan mata.
"Normalnya, manusia memiliki dua lubang dalam struktur tulang yang menyelubunginya, namun pengidap SSCD memiliki lubang ketiga. Lubang itu dapat menyebabkan masalah keseimbangan, kehilangan pendengaran, dan sakit kepala," tulis UCLA Health yang melaporkan kasus ini.
Usai terdiagnosis, Karrie harus menjalani operasi yang akan mengisi lubang abnormal ketiga tersebut. Namun operasi ini cukup rumit, karena mereka harus 'mendorong' otaknya sedikit keluar untuk mencapai lubangnya.
Beruntung operasinya berhasil dan membantu Karrie dapat hidup normal kembali dan sedang menjalani pemulihan tanpa mendengar suara degup jantungnya sendiri yang menakutkan baginya.





Simak Video "Bersihkan Telinga Pakai Cotton Bud Ternyata Tidak Tepat"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)