Senin, 04 Nov 2019 11:00 WIB

Saran Psikolog Agar Kata-kata Penyemangat Tak Berujung Toxic Positivity

Widiya Wiyanti - detikHealth
Hindari toxic positivity saat mendengarkan curhat. Foto: ts
Jakarta - Kata-kata penyemangat bisa berdampak negatif bagi orang yang disampaikan salah-salah bisa jadi kata-kata toxic positivity. Ini dikarenakan penyampaian kata-kata semangat yang tidak memperhatikan situasi kondisi dan karakter kepribadian orang yang disampaikan.

Supaya kata-kata yang keluar dari mulut kita tidak menjadi toxic positivity bagi orang lain, psikolog klinis dari Personal Growth Veronica Adesla memberikan beberapa tips untuk menanggapi curahan hati orang lain.

"Dengarkan dengan seksama. Gali lebih lanjut mengenai apa yang terjadi dan bagaimana perasaannya. 'Jadi waktu itu kejadiannya gimana?', 'terus?', 'perasaan kamu sekarang gimana?'" ujarnya kepada detikcom, Rabu (30/10/2019).


Selain itu, Vero menyarankan untuk menunjukkan empati dengan mengungkapkan kata-kata yang menunjukkan bahwa kamu memahami perasannya. Misalnya 'pasti berat yah kamu ngalamin kaya gitu' atau 'aku bisa paham kamu ngerasa marah atau sedih karena kejadian itu'.

"Terakhir, tawarkan bantuan, namun biar sesuai dengan kebutuhan orang yang sedang curhat, maka tanyakan saja 'kira-kira apa yang bisa aku bantu?', 'ada yang bisa aku bantu ga?'" tandasnya.

Mengungkapkan perasaan dan pemikiran atas kejadian yang tidak menyenangkan terbukti sangat membantu pemulihan kesejahteraan psikologis bila direspon dengan empati. Jadi, jangan keluarkan kata-kata toxic positivity saat ada orang curhat padamu ya.





Simak Video "Tingkatkan Imun Tubuh, Bikin Infused Water Yuk!"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)