Selasa, 05 Nov 2019 13:31 WIB

Dinkes DKI Ingatkan Risiko Diabetes di Balik Tren Boba dan Kopi Kekinian

Michelle Natasya - detikHealth
Segar sih, tapi gulanya tinggi sekali (Foto: iStock) Segar sih, tapi gulanya tinggi sekali (Foto: iStock)
Jakarta - Tren minuman boba dan kopi 'kekinian' sedang menjamur di Indonesia, termasuk di Jakarta. Di setiap sudut ibukota, gerai minuman yang sedang ngehits ini bisa dengan mudah ditemui.

Minuman boba dan kopi kekinian biasanya memiliki rasa beragam dengan dominasi rasa manis yang bikin ketagihan. Namun hati-hati, sebab rasa manis minuman ini karena kandungan gula yang sangat tinggi.

Menurut ahli, secangkir minuman boba bisa mengandung sekitar 18 sampai 20 sendok teh gula. Padahal, konsumsi gula per hari maksimal adalah 4 sendok makan.



Terkait hal ini, dr Dwi Oktavia Handayani, M.Epid, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan DKI Jakarta ikut memberikan komentar. Menurutnya, minuman kekinian ini tidak hanya tinggi gula tapi juga tinggi kalori.

"Boba ini kan juga karbohidrat dia terbuat dari tepung. Nah, pada saat kelebihan juga bisa ditimbun sebagai lemak. Minuman seperti ini satu gelas saja kalorinya bisa sampai 200," jelasnya saat ditemui detikcom di Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2019).

Jika dikonsumsi berlebihan, minuman boba dan kopi kekinian dapat berisiko pada diabetes dan obesitas. Dokter Dwi menyampaikan bahwa diabetes melitus merupakan ibu dari segala penyakit. Diabetes melitus dapat membuat dinding pembuluh darah berubah sehingga rentan terjadi penyumbatan. Selain itu, diabetes melitus juga bisa meningkatkan risiko stroke dan jantung.



Simak Video "Menu Diet ala Korea Ini Bisa Cegah Diabetes Loh!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)