Rabu, 06 Nov 2019 08:02 WIB

Jangan Dianggap Sepele, Ini Bahaya Diabetes Jika Sudah Komplikasi

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Jakarta - Penyakit diabetes atau kencing manis tidak hanya menyerang tubuh sendirian, namun juga bisa menimbulkan komplikasi. Ada berbagai penyakit yang muncul akibat dari kadar gula darah yang tinggi di dalam tubuh.

Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur, penyakit diabetes melitus (DM) ini terbagi pada 2 type yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2. DM tipe 1 biasanya terjadi karena kelainan atau bawaan lahir. Sedangkan tipe 2 adalah terjadi saat dewasa dan berhubungan dengan pola hidup.

"Kenapa kadar gula dalam darah tinggi pada penderita diabetes? Itu karena adanya kegagalan atau kekurangan hormon insulin dalam tubuh, karena hormon ini yang mengatur kadar gula darah. Kalau telah terjadi keseimbangan insulin maka tubuh harus bisa mengontrolnya. Tentunya untuk diabetes tipe 1 ketergantungan akan insulin sejak lahir. Sedangkan tipe 2 biasanya saat pola hidup mulai sedentary lifestyle (gaya hidup kurang gerak)," ujar dr Muliaman, kepada detikHealth baru-baru ini.

Menurut dr Muliaman, kedua diabetes tipe 1 dan tipe 2 melibatkan masalah dengan insulin dan kadar glukosa dalam darah, yang dapat menyebabkan dua peristiwa komplikasi, baik jangka pendek maupun panjang. Komplikasi jangka pendek artinya terjadi segera dan cepat terjadinya. Ada 2 macam komplikasi jangak pendek yaitu hipoglikemia dan hiperglikemia.

"Hipoglikemia adalah turunnya kadar gula darah secara tiba-tiba akibat kesalahan prosedur penanganan. Misalnya pada seorang penderita diabetes, dia lupa makan atau makannya kurang, tetapi diberikan obat anti diabetes, bahkan suntikan insulin. Tentunya ini akan berakibat turunnya gula darah yang berlebihan," jelasnya.

Dengan turunnya gula darah secara drastis, maka otak akan kekurangan gula darah yang menyebabkan seseorang bisa kehilangan kesadaran. Jika tidak ditangani segera dengan pemberian gula, maka bisa berakibat fatal. Adapun hiperglisemia, yaitu meningkatnya gula darah seketika. Ini lebih tidak berbahaya dibandingkan dengan hipogliukemia.

"Namun akan berbahaya kalau meningkatnya gula darah ini secara terus menurus karena akan merusak organ tubuh seperti pandangan yang kabur sampai kebutaan, gagal ginjal, jantung, kehilangan rasa pada kaki dan tangan sehingga harus diamputasi serta disfungsi ereksi," ujarnya.

Tentunya, semua komplikasi ini memang berbahaya, dan harus dihindari dengan cara menstabilkan gula darah agar tidak terlalu tinggi maupun rendah. Menurut dr Muliaman, salah satu yang bisa mengontrol gula darah ini selain obat dan olahraga adalah dengan penangan diet yang baik.

"Pilihlah makanan yang sesuai atau dikenal dengan istilah 3J, yaitu Jumlah, Jenis dan Jadwal makannya. Jumlahnya sendiri tentunya sesuai dengan yang diberikan oleh dokter internist atau nutritionist. Jadwalnya sesuai dengan anjuran 3 kali makan (pagi, siang dan malam) serta 2 kali snack (sebelum makan siang dan sore hari). Jenisnya pilihlah makanan yang indeks glicemik yang rendah," bebernya.

Selain itu, untuk membantu dalam penerapan pola makan yang sesuai, penyandang diabetes sebaiknya rutin mengonsumsi Diabetasol dengan kandungan vitadigest pro dan indeks glikemik rendah untuk menurunkan gula darah. Diabetasol merupakan nutrisi makanan pengganti yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti makan pagi dan malam sebelum tidur dengan nutrisi lengkap dan seimbang. Setiap porsinya pun mampu mencukupi kebutuhan kalori 260 kkal.

Simak Video "Disfungsi Ereksi Jadi Salah Satu Komplikasi Diabetes"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/up)