Kamis, 07 Nov 2019 08:31 WIB

Sering Menahan Kentut? Bahaya Sih Tidak, Tapi Tetap Ada Risikonya

Michelle Natasya - detikHealth
Menahan kentut ada risikonya. Foto: (Thinkstock) Menahan kentut ada risikonya. Foto: (Thinkstock)
Jakarta - Aroma kentut memang tidak sedap. Banyak orang yang akhirnya suka menahan kentut karena malu dengan orang sekitar. Apalagi kalau sampai ketahuan.

Namun, ternyata menahan kentut dapat berisiko, loh. Menurut dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, ahli pencernaan sekaligus guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), menahan kentut dapat mengganggu kenyamanan dan kualitas hidup seseorang.

Orang yang sering menahan kentut akan merasa kembung dan begah. Hal ini dapat membuat nafsu makan jadi berkurang.

"Kalau gas ini tertahan kan jadi gak nyaman. Ini lebih ke quality of life. Dengan kentut seseorang juga bisa relief pain, mengurangi rasa nyeri pada usus," tambah dokter Ari.



Menurut dokter Ari, memang lebih baik untuk tidak menahan kentut. Terlebih kentut dapat diatur kapan keluarnya.

Dokter Ari menyampaikan, waktu yang ideal untuk kentut adalah saat buang air besar pagi hari. Selain melalui kentut, angin juga dapat dikeluarkan melalui sendawa.



Simak Video "Penasaran Kenapa Bunyi Kentut Tiap Orang Beda?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)