Senin, 11 Nov 2019 12:24 WIB

Keren Nih! Mahasiswa UI Ciptakan Nettox, Alat 'Detox' Kecanduan Gadget

Nurul Khotimah - detikHealth
Nettox, alat deteksi kecanduan gadget kreasi anak UI (Foto: dok: UI) Nettox, alat deteksi kecanduan gadget kreasi anak UI (Foto: dok: UI)
Jakarta - Bemula dari rasa khawatir mengenai tinggat penggunaan gadget pada remaja saat ini, sekelompok mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menciptakan alat yang bisa mendeteksi tingkat kecanduan gadget bernama Nettox Watch. Nettox merupakan singkatan dari "Internet Detox" yang bertujuan membantu pengguna gadget agar lepas dari pemakaian internet yang berlebihan.

Sekelompok mahasiswa ini terdiri dari Irfan Budi Satria (Teknik Elektro Tahun Angkatan 2016 Fakultas Teknik (FTUI)), Nabila Ayu Budianti (Biologi 2016 Fakultas MIPA (FMIPA)) dan Alhuda Reza Mahara (Teknik Komputer 2016 FTUI) dibawah bimbingan dosen FTUI Dr.Eng Arief Udhiarto S.T., M.T.

Menurut Irfan Budi Satria, salah satu anggota tim, fungsi Nettox adalah untuk memberikan peringatan akan ketergantungan pemakaian internet yang berlebihan kepada pengguna, berdasarkan indikator pengunaan aplikasi internet (Screen Time) dan indikator Biologis tubuh yakni Heart Rate Variability (HRV).



Menurut beberapa penelitian, HRV tidak hanya digunakan untuk mengukur denyut jantung tetapi juga dapat digunakan untuk mengukur tingkat psikologis seseorang khususnya adiksi atau kondisi perilaku seseorang yang memiliki ketergantungan fisik atau mental terhadap benda tertentu.

"Dengan memakai parameter Screen Time dan HRV, dapat ditentukan apabila seseorang sudah terlalu lama menggunakan internet atau tidak," jelasnya saat dihubungi detikcom baru-baru ini.

Untuk menghubungkan HRV dan aplikasi Screen Time, Nettox diciptakan dengan menghubungkannya melalui koneksi Bluetooth. Dengan perantara aplikasi inilah yang memberikan data tingkat HRV seseorang terlalu tinggi atau tidak. Temuan ini berbasis terapi Biofeedback yang memberikan sinyal-sinyal biologis melalui HRV.

"Apabila Screen Time sudah melebihi batas dan HRV di bawah batas, maka smartwatch dan aplikasi memberikan peringatan yang disertai Biofeedback atau bacaan sensor yang direpresentasikan dalam feedback fisik berupa getar atau bunyi," tambahnya.



Simak Video "WHO Tetapkan Kecanduan Game Sebagai Gangguan Mental"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)