Rabu, 13 Nov 2019 10:40 WIB

Penjelasan Ilmiah Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Saat Kena Ledakan Bom

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Olah TKP bom bunuh diri di Polrestabes Medan (Datuk Haris Molana/detikcom) Foto: Olah TKP bom bunuh diri di Polrestabes Medan (Datuk Haris Molana/detikcom)
Jakarta - Terjadi ledakan diduga bom bunuh diri di Polrestabes Medan pada Rabu (13/11/2019) pagi. Menurut keterangan warga setempat ledakan terdengar amat keras terdengar hingga ratusan meter.

"Masih diduga pelaku suicide bomber," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo pada wartawan.

Di lokasi kejadian tampak tubuh terduga pelaku bom bunuh diri di medan dalam kondisi mengenaskan, tubuhnya tercerai berai.


Sebenarnya bagaimana atau efek apa yang bisa terjadi pada tubuh saat terkena ledakan bom? Dikutip dari National Center for Biotechnology Information (NCBI), bom dapat membuat kerusakan lewat beberapa cara mulai dari gelombang kejut, gelombang angin, serpihan benda, dan panas api.

Gelombang kejut ini yang dapat membuat kerusakan paling dahsyat di lokasi sekitar ledakan. Gelombang kejut membawa energi yang menembus tubuh, menyebabkan kerusakan struktural pada organ dan jaringan dalam.

"Prinsipnya mekanisme utama penentu keparahan cedera adalah jumlah energi kinetic yang dilepaskan saat bom meledak," kata dokter ahli emergensi Michael Jorolemon dari Crouse Hospital.

"Kematian instan oleh ledakan bom dapat terjadi karena cedera paru dengan perdarahan berujung kesulitan bernapas. Kematian instan juga bisa terjadi karena emboli udara paru, cedera kepala parah, cedera organ dalam parah, amputasi, hingga tertusuk objek," lanjut Michael dalam laporannya di NCBI.



Simak Video "Kata Dokter Soal Pria Sulit Lakukan 'Chair Challenge' yang Viral"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/wdw)