Rabu, 13 Nov 2019 12:50 WIB

Saran Psikolog Agar Foto Potongan Tubuh Pelaku Bom Bunuh Diri Tak Makin Viral

Widiya Wiyanti - detikHealth
Foto: Olah TKP bom bunuh diri di Polrestabes Medan (Datuk Haris Molana/detikcom) Foto: Olah TKP bom bunuh diri di Polrestabes Medan (Datuk Haris Molana/detikcom)
Jakarta - Media sosial terutama Twitter dipenuhi dengan tema bom bunuh diri yang terjadi di Polresta Medan, Sumatera Utara pagi tadi, Rabu (13/11/2019). Terpantau banyak penyebaran video dan foto soal kejadian ledakan tersebut dan juga visual pelaku yang mengalami kondisi mengenaskan.

Menyebarkan foto-foto korban ledakan bom seperti itu bisa mengganggu. Meski begitu, cukup banyak orang yang dengan mudahnya menyebarkan foto tersebut di media sosial maupun grup komunikasi lain, seperti WhatsApp.

Menurut peneliti dari Cetiga Behavioral Expert, Muhammad Akhyar M.Si, mempertahankan semangat positif dalam berbagi informasi memang baik, namun harus memperhatikan caranya.

"Berikan secara jelas gambar apa aja yang tidak boleh dibagikan dengan alasan-alasan yang mudah diterima," katanya dalam wawancara dengan detikcom soal penyebaran foto korban bom Kampung Melayu pada tahun 2017 silam.

Alasan yang bisa diberikan dan mudah diterima salah satunya adalah efek traumatis. Tidak hanya berdampak para orang-orang yang saat itu ada di lokasi, tetapi juga mereka yang pernah berada pada situasi serupa. Foto-foto yang beredar bisa memunculkan secondary trauma, yakni trauma yang muncul hanya dengan melihat dan menjiwai suatu peristiwa sesuai pengalaman hidup seseorang.



Lanjut Akhyar, secara umum norma sosial dibagi menjadi dua yakni deskriptif dan injunctif. Norma deskriptif yakni apa yang dilakukan banyak orang. Sementara, norma injunctif yakni apa yang harus dilakukan.

Nah, empati pada keluarga korban menurut Akhyar sebenarnya sudah ada dalam daftar norma injunctif di masyarakat. Namun, perlu diingat bahwa norma bisa mengalami evolusi. Bentuk konkret evolusi norma tidak secepat evolusi gawai.

"Kalau dulu ada mayat yang terlihat di pesisir, orang juga akan lari juga ke tempat ramai untuk ngasih tahu bahwa ada mayat. Sedangkan sekarang, cukup difoto terus dikasih tahu ke tempat ramai (media sosial atau WhatsApp). Insting itu nggak hilang, cuma berubah bentuknya aja," tutup Akhyar.



Simak Video "Viral Cerita Karyawan Sakit Leher Menahun Karena Kelamaan Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)