Rabu, 13 Nov 2019 14:33 WIB

Dialami Juga oleh Djaduk, Ini Saran Dokter Jantung Jika Kesemutan di Dada

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Kesemutan dan nyeri dada bisa menandakan serangan jantung, bisa juga tidak (Foto: thinkstock) Kesemutan dan nyeri dada bisa menandakan serangan jantung, bisa juga tidak (Foto: thinkstock)
Jakarta - Seniman Djaduk Ferianto meninggal pada Rabu dini hari (13/11/2019) usai mengeluhkan dada kesemutan. Diagnosa medis menunjukkan bahwa Djaduk meninggal karena serangan jantung.

Sejatinya, rasa dada kesemutan atau nyeri dada itu tidak melulu gara-gara serangan jantung. Dokter spesialis jantung dari Mayapada Hospital Lebak Bulus, dr Ayuthia Putri Sedyawan, BMedSc, SpJP, FIHA menuturkan, memang lebih baik segera membawa pasien ke dokter guna dicek lebih lanjut.

"Jika ada nyeri dada, sebaiknya ke dokter. Karena harus kita bedakan penyebabnya fatal atau tidak. Karena nyeri dada juga bisa dikarenakan lambung, otot rangka, dll," ujarnya saat dihubungi detikcom, Rabu (13/11).



Pasien yang mendapat nyeri dada dalam keadaan tidak sadar, hendaknya segera mendapat Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk jantung, seperti menekan dada pasien dengan tangan tepat tegak lurus. Pastikan pasien mendapat penanganan medis sesegera mungkin, jangan malah ditunda dengan mendahulukan cara-cara yang tidak terbukti manfaatnya.

"Jika pasien tidak sadar, harus kita lakukan Bantuan Hidup Dasar. BUKAN dengan cara menepuk-nepuk tangan. Bantuan Hidup Dasar bisa dipelajari untuk orang awam," imbuh dr Ayuthia.



Simak Video "RSUD Banjar Layani Penyakit Jantung Peserta BPJS Kesehatan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)