Jumat, 15 Nov 2019 09:00 WIB

Padahal Bukan 'Obat Dewa', Mengapa Dokter Sering Resepkan Antibiotik?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Alasan dokter sering meresepkan obat antibiotik. Foto ilustrasi: thinkstock Alasan dokter sering meresepkan obat antibiotik. Foto ilustrasi: thinkstock
Jakarta - Tidak sedikit dokter yang meresepkan obat antibiotik pada pasien apapun penyakitnya, meskipun hanya batuk dan pilek. Padahal, antibiotik bukan 'obat dewa' yang dapat mengatasi semua penyakit. Antibiotik hanya digunakan untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri.

Menanggapi hal tersebut, dokter anak dr Purnamawati SpA(K), MMPAed mengatakan bahwa ada berbagai kemungkinan dokter meresepkan antibiotik walau penyakit yang dialami pasien bukan disebabkan oleh bakteri.

"Satu, kalau hasil penelitian luar negeri dokter merasa nggak yakin diagnosisnya apa. Mungkin lho ya, mesti ditanya dokter yang bersangkutan," ujarnya di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2019).


dr Wati, sapaan akrabnya, menyayangkan bahwa masyarakat juga kurang paham soal pemakaian antibiotik ini. Padahal penyakit seperti batuk-pilek dapat sembuh dengan sendirinya tanpa menggunakan antibiotik.

Ditambah, tidak jarang masyarakat yang menganggap jika dokter tidak meresepkan antibiotik bukanlah dokter yang baik. Jika tidak sesuai aturan, alih-alih justru menyebabkan resistensi antibiotik.

"Antibiotik beli bebas nggak boleh, peraturannya ada. Jangan beli antibiotik sendiri. Tahapan berikutnya kita beri tahu masyarakat, kalau diresepkan antibiotik padahal sakitnya karena virus batuk-pilek, jangan dibeli!" saran dr Wati.



Simak Video "Kenali Gejala dan Waspada Cacar Monyet"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)