Jumat, 15 Nov 2019 12:36 WIB

Keranjingan Belanja Online? Hati-hati Kena Gangguan Mental Lho

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi kecanduan belanja online. Foto: shutterstock Ilustrasi kecanduan belanja online. Foto: shutterstock
Jakarta - Belanja online atau online shopping sudah menjadi suatu hal yang sangat lumrah dilakukan masyarakat. Siapa sih yang nggak suka, hanya dengan duduk manis, barang-barang yang dibeli pun segera datang. Dan tidak sedikit yang keranjingan berbelanja online, apalagi jika ada harbolnas (hari belanja online nasional).

Namun menurut psikoterapis dari Hannover Medical School di Jerman, Dr Astrid Muller, keranjingan belanja online dapat memicu risiko gangguan mental yang disebut buying-shopping disorder (BSD). Gangguan ini telah dikenal selama beberapa dekade, tetapi para ahli mengatakan maknanya muncul lebih kuat di era teknologi maju seperti sekarang ini.

Hal ini menjadi suatu gangguan ketika orang yang terobsesi dengan belanja online akan menimbun barang yang mereka pesan dan berakhir dengan banyak hutang, kehilangan kendali diri, dan kerap berdebat dengan orang terdekat.

"Sekarang saatnya untuk mengenali BSD sebagai kondisi kesehatan mental yang terpisah dan untuk mengumpulkan pengetahuan lebih lanjut tentang BSD di internet," kata Muller dikutip dari DailyMail.



Muller dan koleganya juga meneliti soal BSD. Dalam penelitiannya, ada 122 pasien yang mencari bantuan profesional karena kecanduan belanja online dan menemukan pula para pasien itu memiliki tingkat depresi serta kecemasan yang lebih tinggi dari biasanya.

Adanya internet membuat belanja jadi lebih mudah dan lebih terjangkau. Toko-toko online pun bekerja 24 jam di mana semua orang dapat membeli barang yang diinginkannya kapan saja. Oleh karena itu, Muller dan timnya mengatakan bahwa gangguan BSD memengaruhi lima persen dari populasi dan perlu mendapatkan perhatian serius.

Semakin buruk kondisi BSD seseorang dapat menyebabkan gangguan dalam pengendalian diri, depresi ekstrem, dan masalah kejiwaan lainnya. Hal ini terbukti dari penelitian Muller dan timnya yang dipublikasikan dalam jurnal Comprehensive Psychiatry.

"Kami berharap bahwa hasil kami menunjukkan bahwa prevalensi belanja online yang membuat kecanduan di antara pasien yang mencari pengobatan dengan BSD akan mendorong penelitian di masa depan yang membahas karakteristik fenomenologis yang berbeda, fitur yang mendasari, komorbiditas terkait, dan konsep perawatan khusus," tutup Muller.



Keranjingan Belanja Online? Hati-hati Kena Gangguan Mental Lho


Simak Video "Kata Dokter Jiwa soal Ramai 'Keluhan' Pasca Nonton Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)