Sabtu, 16 Nov 2019 05:17 WIB

Selalu Pakai Alarm untuk Bangun Tidur, Ini Risikonya Bagi Jantung

Rosmha Widiyani - detikHealth
Bangun tidur selalu menggunakan alarm? Ini risikonya (Foto: iStock) Bangun tidur selalu menggunakan alarm? Ini risikonya (Foto: iStock)
Jakarta - Bagi sebagian masyarakat, bunyi alarm adalah syarat mutlak untuk bangun tidur tepat waktu. Alarm ponsel maupun jam weker yang mengeluarkan suara keras dianggap sebagai cara yang efektif, sehingga tak pernah absen dari sisi tempat tidur.

Menurut dokter ahli penyakit dalam konsultan kardiovaskuler dr Eka Ginanjar, SpPD-KKV, FINASIM, FACP, alarm tak masalah jika digunakan sesekali. Namun sebaiknya jangan menjadi hal rutin.

"Suara yang keras menyebabkan seseorang terbangun dalam kondisi kaget dan berdebar. Peningkatan detak jantung berisiko mengakibatkan stroke. Apalagi pada orang berusia lanjut yang fungsi jantungnya menurun," kata dr Eka pada detikcom.



Untuk meminimalkan penggunaan alarm, dr Eka menyarankan melatih irama sirkadian di dalam tubuh. Irama sirkadian menjadi jam biologis tubuh yang menentukan saatnya bangun dan tidur.

Hasilnya, seseorang bisa langsung bangun jika waktunya tiba tanpa bantuan alarm. Menurut dr Eka, melatih irama sirkadian bisa dilakukan dengan menetapkan jadwal bangun dan tidur di waktu yang sama. Jadwal memungkinkan tubuh menghapal jam biologis sehingga bisa bangun dan tidur tepat waktu.



Simak Video "RSUD Banjar Layani Penyakit Jantung Peserta BPJS Kesehatan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)