Sabtu, 16 Nov 2019 14:49 WIB

Gaya Hidup Anak Muda yang Jadi Pemicu Kolesterol Tinggi

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Mitos yang mengatakan kolesterol tinggi hanya menyerang orang tua saja ternyata tidak berlaku sekarang. Anak muda pengidap kolesterol tinggi banyak ditemui di zaman modern ini terutama di perkotaan.

Pada dasarnya, pola makan yang tidak seimbang, kurang berolahraga, serta kebiasaan merokok merupakan pemicu tingginya kadar kolesterol dalam darah. Anak-anak pun juga memiliki risiko kolesterol tinggi, terutama jika mereka berasal dari keluarga yang memiliki kolesterol tinggi (keturunan).

"Faktor risiko terjadinya kolesterol yang tinggi memang sangat tergantung dengan pola hidup terutama pola makan dan kurangnya aktivitas sehari sehari. Memang ada beberapa faktor lain seperti penyakit yang bisa menyebabkan naiknya kolesterol," ujar Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur kepada detikHealth, baru-baru ini.


Meski demikian, lanjut dr Muliaman, kolesterol masih dibutuhkan terutama pada anak-anak. Hal ini diperlukan untuk pembentukan vitamin D tulang, otak dan pembentukan hormon.

"Dan pada saat dewasa, jangan mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol berlebih. Karena bisa tertimbun di sepanjang dinding pembuluh darah arteri sebagai plak, sehingga mempersempit dan menghambat aliran darah. Akibatnya, banyak bagian tubuh yang kekurangan pasokan darah sehingga berisiko menimbulkan masalah kesehatan serius, seperti serangan jantung atau stroke," jelasnya.

Menurut dr Muliaman, tentunya proses tersebut bukan kejadian sesaat setelah makan kolesterol tinggi, karena ada proses tertentu. Namun, perlu diwaspadai juga masalah kesehatan seperti serangan jantung dan stroke bisa saja terjadi lebih awal di saat usia muda.

Oleh karena itu, dr Muliaman menyarankan kepada remaja untuk mengubah gaya hidup seperti dengan menghindari kurang gerak dan tambah dengan aktivitas fisik seperti latihan 30 menit sehari, atau 150 menit per minggu. dr Muliaman menganjurkan olahraga mulai dari yang ringan seperti jalan kaki, jalan cepat sampai jogging. Atau pilih olahraga yang disukai seperti zumba, yoga, berenang, bersepeda, dance, futsal, atau voli.

"Kontrol berat badan. Jika gemuk, turunkan berat badan perlahan dengan mengontrol makanan dan kalori. Jika berat badan bisa turun maka biasanya kolesterol juga akan turun," ujar dr Muliaman.

Selain aktivitas fisik, kurangnya memperhatikan kandungan gizi makanan dengan memakan lebih banyak lemak juga justru meningkatkan kadar kolesterol. Dengan ragamnya makanan yang harus dipilih di era modern saat ini, maka kurangi makanan yang digoreng dan berlemak seperti junk food atau makanan siap saji.


Setelah mengontrol aktivitas fisik, dan asupan makanan, untuk mengontor kada kolesterol juga bisa dengan konsumsi Nutrive Benecol 2 kali sehari setelah makan terutama makan yang berlemak. Nutrive Benecol mengandung Plant Stanol Ester (PSE) yang telah teruji klinis dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah 7-10% jika dikonsumsi teratur 2 kali sehari dalam 2-3 minggu.

Simak Video "Teknik Meditasi Pernapasan Sederhana"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/up)