Minggu, 17 Nov 2019 12:15 WIB

Gunung Merapi Meletus, Kenali Dampak Abu Vulkanik

Rosmha Widiyani - detikHealth
Gunung merapi meletus hari ini, tinggi kolom letusan mencapai 1.000 meter (Foto: Dok BPPTKG) Gunung merapi meletus hari ini, tinggi kolom letusan mencapai 1.000 meter (Foto: Dok BPPTKG)
Jakarta - Gunung Merapi meletus pada siang hari ini, Minggu (17/11/2019). Tinggi kolom letusan Gunung Merapi mencapai kurang lebih 1.000 meter atau 1 km.

"Teramati kolom letusan setinggi kurang lebih 1000 m," demikian informasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi lewat akun Twitter resmi @BPPTKG seperti diberitakan detikcom.



Saat meletus atau erupsi, gunung menyemburkan berbagai materi salah satunya abu vulkanik. Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin Dr dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, FINSDV, abu vulkanik bisa bersifat iritatif bagi kulit karena kandungannya yang bersifat asam.

"Unsur yang paling umum adalah sulfat, klorida, natrium, kalsium, kalium, magnesium, dan fluorida. Pada orang yang berbakat alergi dengan bahan-bahan tersebut, akan bisa menyebabkan alergi jika kulitnya terpapar abu vulkanik," kata dr Darma dalam perbincangan dengan detikcom beberapa waktu lalu.

Pada paru-paru, abu vulkanik dapat menimbulkan iritasi di saluran napas dam memicu silikosis. Menurut dokter spesialis paru dr Feni Fitriani Taufik, SpP(K), MPd, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), silikosis terjadi karena material silika dalam abu vulkanik.

"Debu silika ini yang dapat masuk ke dalam paru atau alveoli yang akan dapat menyebabkan silikosis," kata dr Feni.



Simak Video "Kata Dokter Soal Pria Sulit Lakukan 'Chair Challenge' yang Viral"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)