Selasa, 19 Nov 2019 20:21 WIB

Cecep Reza 'Bombom' Diduga Serangan Jantung, Bedakah dengan Cardiac Arrest?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sama-sama mematikan, serangan jantung berbeda dengan henti jantung (Foto: thinkstock) Sama-sama mematikan, serangan jantung berbeda dengan henti jantung (Foto: thinkstock)
Jakarta - Pesinetron Cecep Reza 'Bombom' meninggal di usia 31 tahun, diduga mengalami serangan jantung. Sepekan sebelumnya, ia disebut menjalani operasi jantung.

Bicara soal penyakit jantung, ada beberapa istilah yang bagi orang awam terkadang membingungkan. Selain serangan jantung atau heart attack, juga sering didengar istilah henti jantung, sebutan lain untuk cardiac arrest. Apa perbedaan antara keduanya?

Meski sama-sama mematikan, serangan jantung dan cardiac arrest adalah dua hal yang berbeda. Bahkan, gejalanya juga tidak sama.

Kepada detikcom, dr Dafsah Juzar, SpJP(K) dari RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita menjelaskan bahwa cardiac arrest terjadi ketika jantung berhenti berdenyut sehingga tidak menghasilkan nadi. Gejala yang teramati adalah pasien tidak sadarkan diri.



Berbeda dengan cardiac arrest, serangan jantung terjadi ketika aliran darah menuju jantung mengalami sumbatan. Jika tidak segera teratasi, jantung akan kekurangan oksigen dan sel-selnya akan mati lalu rusak. Makin lama tak tertangani, makin fatal kerusakannya.

"Komplikasinya itu (serangan jantung) salah satunya bisa berujung pada henti jantung," jelas dr Dafsah, dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu.

Apa saja gejala serangan jantung? Nyeri dada yang sangat intens adalah salah satunya. Kadang disertai juga dengan sesak napas.



Simak Video "RSUD Banjar Layani Penyakit Jantung Peserta BPJS Kesehatan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)