Rabu, 20 Nov 2019 13:33 WIB

Filipina Ikut Larang Vape, Presiden Duterte Perintahkan Tangkap Pengguna

Firdaus Anwar - detikHealth
Presiden Rodrigo Duterte mengumumkan pelarangan vape di Filipina. (Foto ilustrasi: REUTERS/Eloisa Lopez/File Photo)
Jakarta - Filipina dilaporkan jadi negara yang ikut menyusul melarang penggunaan vape atau rokok elektrik. Hal ini disampaikan oleh Presiden Rodrigo Duterte dalam konferensi pers usai mengonfirmasi kasus penyakit paru diduga akibat vape.

"Saya akan melarangnya. Penggunaan dan impor vape. Tahu kenapa? Karena ini adalah racun dan pemerintah punya kekuasaan untuk mengeluarkan tindakan langkah pencegahan demi melindungi kesehatan publik dan kepentingan publik," kata Duterte seperti dikutip dari Reuters, Rabu (20/11/2019).


Duterte berjanji akan mengeluarkan aturan untuk menghukum orang-orang yang masih menggunakan vape di tempat umum. Pria mantan perokok berat ini diketahui juga sudah menerapkan hal yang sama untuk rokok konvensional.

"Vaping, mereka bilang ini elektronik. Jangan beri saya omong kosong itu. Hentikan. Segera hentikan, atau saya akan tangkap kamu bila masih menggunakannya di ruangan... Ini seperti merokok. Kamu meracuni orang lain," lanjut Duterte.

Industri vape saat ini menghadapi berbagai tekanan di seluruh dunia. Bermula dari kemunculan kasus penyakit paru-paru di Amerika Serikat, berbagai negara mulai melaporkan hal yang sama hingga akhirnya mengeluarkan aturan larangan.

Indonesia menjadi salah satu negara yang berencana akan melarang vape. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito dengan penjelasan aturan bisa masuk dalam revisi PP Nomor 109 tahun 2012.



Simak Video "Bersiteguh Vape Aman, Vaper Ramai-ramai Pamer Rontgen Dada"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)