Rabu, 20 Nov 2019 19:30 WIB

Waspada! Vitiligo Bisa Berkaitan dengan Depresi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi sakit kulit. (Foto: iStock) Ilustrasi sakit kulit. (Foto: iStock)
Jakarta - Selain dampaknya pada kulit, vitiligo ternyata juga sangat berkaitan dengan depresi. Penyakit kulit ini terjadi akibat tidak berfungsinya melanosit pada kulit, mengakibatkan warna kulit membentuk bercak-bercak berwarna putih susu.

Keadaan seperti itu rentan membuat penderitanya merasa minder dan cenderung menutup diri. Ahli kulit dan kelamin dr Dian Pratiwi, SpKK, mengatakan penderita vitiligo bisa 5 kali lipat berisiko mengalami depresi dibandingkan orang pada umumnya.

"Kenapa lebih berisiko, mungkin karena dia merasa minder dengan keadaan ynag berbeda dengan orang lain, jadi memilih untuk menyendiri di kamar. Seperti salah satu pasien saya yang sering bercermin sambil nangis melihat keadaanya," jelasnya pada detikcom, Rabu (20/11).

Dampak yang terjadi membuat penderita vitiligo biasanya lebih menutup bahkan menarik diri dari lingkungan sekitar. Tak hanya itu, keadaan ini juga akan menghambatnya untuk bisa bersosialisasi dengan orang lain.



"Saya juga punya pasien yang buat salaman aja dia nggak mau. Dia malu dengan keadaan kulit tangannya yang berbeda. Dia lebih memilih menyembunyikannya ke dalam kantong terus," ujar dr Dian.

Meskipun bisa dialami di segala usia, justru orang dewasa yang lebih rawan mengalami depresi. Menurut dr Dian, mungkin ini terjadi karena mereka mengalami keadaan vitiligo di usia yang sudah mengerti keadaan sekitarnya.

Sebaliknya, pada anak-anak yang memang sudah mengidap penyakit ini sejak kecil, malah merasa biasa saja. Tentunya hal ini juga perlu dukungan positif dari orang tuanya.

"Untuk kasus seperti ini sebenarnya tidak perlu ada dampingan dari psikolog terus menerus. Cukup saat pertama kali sharing dan konsultasi perkembangannya. Sisanya, peran orang terdekatnya lah yang dibutuhkan," katanya.

dr Dian menambahkan, orang-orang terdekatnya bisa mengajak pasien vitiligo untuk ikut aktif dalam komunitas yang mengidap penyakit yang sama. Ini akan membuatnya lebih kuat dan menerima kenyataan, serta menyadari kalau dia tidak sendirian.



Simak Video "Gemerlap Dunia Selebriti dan Jurang Gelap Depresi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)