Kamis, 21 Nov 2019 15:41 WIB

Asam Lambung, Penyakit Umum yang Harus Diwaspadai

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Asam lambung naik dapat menyebabkan nyeri di ulu hati bahkan dada. Foto ilustrasi: shutterstock
Jakarta - Asam lambung merupakan cairan yang dihasilkan oleh sel-sel lambung, yang bertugas untuk membantu sistem pencernaan. Namun, jika produksi cairan tersebut berlebih efeknya dapat menyebabkan seseorang mengidap penyakit asam lambung.

Secara alami, cairan asam lambung terbentuk dari HCL atau asam klorida. Senyawa ini dibutuhkan di dalam sistem pencernaan salah satunya untuk membunuh kuman-kuman yang masuk ke tubuh bersamaan dengan makanan.

Penyebab asam lambung naik bisa karena terlalu sering mengkonsumsi kopi, makanan pedas, ataupun buah dengan rasa yang asam. Pola makan yang tidak teratur juga bisa menjadi faktor risikonya. Konsumsi beberapa obat seperti anti rematik, pereda nyeri, hingga untuk mengatasi sakit kepala juga bisa jadi penyebabnya.

Selain itu, gejala asam lambung ini bisa muncul dan dirasakan sebanyak 2 kali dalam seminggu. Bahkan, gejala penyakit ini bisa terjadi saat tidur, walaupun berlangsung secara cepat. Tapi, jika dibiarkan terlalu lama, dapat menyebabkan otot yang menjaga lambung melemah. Akhirnya, asam bisa merambat naik sampai ke kerongkongan yang biasa disebut dengan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Dikutip dari Healthline, gejala asam lambung yang umumnya terjadi di antaranya:

1. Mual

2. Muntah

3. Perut kembung

4. Nyeri dada, terutama saat berbaring di malam hari

5. Nyeri ulu hati

Meskipun biasa terjadi, penyakit ini harus segera disembuhkan. Tujuannya untuk mencegah organ tubuh lainnya ikut terpengaruh cairan asam lambung tersebut. Konsultasikan ke dokter untuk mengetahui jenis obat asam lambung yang memang cocok dikonsumsi.

Seperti obat asam lambung yang baru-baru ini kembali beredar dan bisa dikonsumsi, yaitu ranitidin. Meskipun sempat ditahan dan dilarang peredarannya, kini ranitidin diperbolehkan kembali sesuai dengan arahan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Produk ranitidin yang tidak tercantum dalam Lampiran, dinyatakan ditarik (recall) dari peredaran serta dilakukan pemusnahan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Selanjutnya, industri farmasi dapat memproduksi kembali dan mengedarkan produknya setelah memastikan bahwa hasil produksinya tidak mengandung NDMA melebihi ambang batas yang diperbolehkan," tulis BPOM dalam surat edarannya.


Simak Video "Mengenal Gejala GERD yang Dikaitkan dengan Serangan Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)