Minggu, 24 Nov 2019 10:00 WIB

Populer Pekan Ini: Komentar Pakar Laktasi Soal Betrand Peto Minum ASI Sarwendah

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Cerita Sarwendah yang memberikan ASI perah kepada anak angkatnya, Betrand Peto, memancing diskusi warganet. (Foto: Palevi S/detikFoto) Cerita Sarwendah yang memberikan ASI perah kepada anak angkatnya, Betrand Peto, memancing diskusi warganet. (Foto: Palevi S/detikFoto)
Jakarta - Awal pekan ini, cerita Sarwendah yang memberikan ASI perah kepada anak angkatnya, Betrand Peto, memancing diskusi warganet. Tidak sedikit yang bertanya-tanya apakah itu aman dilakukan mengingat usia Betrand saat ini sudah remaja.

Diceritakan Sarwendah, keinginan Betrand bermula lantaran ia tak pernah merasakan ASI sejak kecil dari ibu kandungnya. Tak mau Betrand menjadi sedih, Sarwendah dan Ruben pun akhirnya mengizinkan.

Mengenai hal ini, pakar laktasi dr Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC, Satuan Tugas ASI IDA mengatakan sebenarnya anjuran minum ASI pada anak hanya diberikan sampai usia 2 tahun. Selain sumber nutrisi bagi bayi, menyusui juga bisa mempererat hubungan ibu-anak.


Penuturannya, pemberian ASI tidak memiliki manfaat yang berarti jika anak telah menginjak usia remaja meski ASI sendiri punya banyak sekali manfaat kesehatan.

"Jadi ASI ada efek jangka panjang untuk cegah diabetes, hipertensi, serangan jantung, dan kanker ketika seseorang dewasa. Jangan kita balik. Orang yang udah punya diabetes, hipertensi, dan parkinson, minum ASI lalu sembuh, bukan seperti itu," terang dr Wiyarni.

Remaja dan orang dewasa mengonsumsi ASI sebetulnya bukan hal baru. Bahkan di beberapa negara, tren minum ASI donor sangat populer pada pria karena dianggap mampu menambah energi.



Simak Video "Ketika Anak Beranjak Remaja Minum ASI, Apa Efeknya?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)