Selasa, 26 Nov 2019 05:00 WIB

Kenapa Badan Terasa Enakan Usai Kerokan? Ini Kata Profesor

Nurul Khotimah - detikHealth
Bercak kemerahan di leher Ayu Ting-ting yang diyakini bekas kerokan (Foto: detikHot)
Jakarta - Memasuki musim hujan, tubuh jadi mudah terserang pilek atau masuk angin. Kerokan sebagai terapi tradisional masih banyak diandalkan dalam situasi seperti ini, bahkan sempat disinggung Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sebagai potensi wisata kebugaran.

Mengomentari tren kerokan di musim hujan, Ketua Ketua Indonesia Influenza Foundation (IIF), Prof dr Cissy B Kartasasmita, SpA(K), MSc, PhD, menjelaskan teori di balik terapi murah meriah ini. Menurutnya, kerokan bisa saja melancarkan peredaran darah.

"Jadi punggung yang sakit karena penimbunan asam laktat bisa diatasi dengan kerokan," kata Prof Cissy.



Namun jika disebut bisa mengatasi flu, Prof Cissy mengaku tidak yakin. Ia berpesan, kalaupun memang ingin mencoba kerokan sebaiknya menggunakan alat kerok khusus agar tidak terasa sakit di punggung.

"Kalau koin juga sakit yah kalo itu," kata Prof Cissy.

Kepada wartawan baru-baru ini, Menkes Terawan menyebut akan memprioritaskan pengembangan wisata kebugaran dan jamu. Termasuk dalam gagasan wisata kebugaran, Menkes Terawan juga menyinggung kerokan dan terapi Mak Erot.

"Kalau yang lain menjual seperti bekam dan sebagainya, kita jual kerokan. Jangan sepelekan kerokan kalau 100 kamar dan hanya 20 menit berapa? Begitu keluar minumnya jamu, bisa berapa. Belum tambah pijet. Itu hal yang kadang tidak kita komunikasikan," sebut Menkes Terawan.



Simak Video "Video Kuburan Massal Jenazah Terinfeksi Virus Corona di New York"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)