Selasa, 26 Nov 2019 06:24 WIB

6 Kondisi yang Meningkatkan Risiko Serangan Jantung

Rosmha Widiyani - detikHealth
Pola hitup tidak sehat merupakan faktor risiko serangan jantung (Foto: thinkstock)
Jakarta - Serangan jantung saat ini bisa terjadi pada siapa saja tanpa batasan usia. Pola hidup yang tidak sehat menjadi faktor risiko terbesar.

Buruknya pola hidup sehat mengakibatkan pengerasan pembuluh darah akibat timbunan plak, atau yang biasa disebut arterosklerosis. Plak yang runtuh menganggu pasokan darah dan oksigen ke jantung hingga terjadi serangan.

"Saat ini diabetes adalah faktor risiko paling besar terjadinya serangan jantung. Risiko menjadi makin berat jika disertai beberapa kondisi," kata dokter ahli jantung dan pembuluh darah Dr dr Eka Ginanjar, SpPD, KKV, FINASIM, FACP, FICA.



Tingginya kadar gula dalam darah berisiko merusak pembuluh darah, yang meningkatkan risiko serangan jantung. Berikut 6 faktor lain yang meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung.

- Hipertensi
- Kolesterol tinggi
- Obesitas
- Merokok
- Kurang olahraga
- Inflamasi kronis, misal gangguan autoimun atau gagal ginjal

Bila mengalami kondisi tersebut, dr Eka menyarankan penerapan pola hidup sehat misal tidak merokok, rajin olahraga, rutin makan sayur dan buah. Selain itu, kontrol teratur juga bisa menurunkan risiko serangan jantung.



Simak Video "RSUD Banjar Layani Penyakit Jantung Peserta BPJS Kesehatan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)