Selasa, 26 Nov 2019 12:34 WIB

Hoax Lama Soal Telur Ikan Berbahaya Muncul Lagi, Ini Faktanya

Firdaus Anwar - detikHealth
Bukan tumor melainkan parasit. (Foto: Tangkapan layar Facebook) Bukan tumor melainkan parasit. (Foto: Tangkapan layar Facebook)
Jakarta - Kabar bohong atau hoax di internet memang sulit dipadamkan. Meski sudah berkali-kali dibantah, kabar hoax dapat tiba-tiba muncul kembali dan ramai dibagikan seperti contohnya tentang keberadaan 'telur ikan berbahaya'.

Di media sosial sejak beberapa bulan terakhir beredar cerita tentang ikan yang di dalam tubuhnya terdapat benda bulat mirip telur. Disebut bahwa benda tersebut bukan telur melainkan tumor akibat logam berat yang beracun bila dimakan.

"Tumor cancer dari ikan, akibat logam berat, jangan dianggap telur ikan lalu dimakan. Kalau ibu hamil yang makan, anaknya jadi ABK tipe autistik. Bantu sebarkan," demikian bunyi pesan yang dibagikan dalam unggahan.


Faktanya benda yang disebut tumor itu adalah parasit dari jenis Glugea sardinellensis. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2017 telah membuat klarifikasi tentang hal ini.

"Glugea mampu membuat sel-sel disekelilingnya menyerupai bola untuk membentuk perisai... Di mana ikan tumbuh dalam kelompok besar, Glugea akan menyebar lebih banyak. Jadi dapat dipastikan bahwa benda mirip telur atau kristal tersebut bukan diakibatkan oleh kandungan logam berat sebagaimana diberitakan," tulis keterangan dalam halaman resmi KKP.

Parasit Glugea tidak menyerang manusia sehingga bila ikan dibersihkan dan dimasak dengan benar maka tidak ada risiko bahaya. Lebih lanjut ikan yang ditampilkan dalam hoax itu sendiri berasal dari family clupeidae yang tidak dijumpai di Indonesia.



Simak Video "Kenali Metastasis dan Proteksi Dini Tumor Ganas"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)