Rabu, 27 Nov 2019 07:00 WIB

Cara Pakai Masker yang Benar untuk Orang Sakit, Harus Dibalik?

Nurul Khotimah - detikHealth
Masker bisa mencegah masuknya partikel polusi ke saluran pernapasan (Foto: Antara Foto/Bayu Pratama S)
Jakarta - Saat musim hujan tiba beberapa bahaya penyakit mulai mengintai seperti batuk, pilek, demam bahkan influenza. Ketika mengalami sakit flu sebaiknya gunakan masker untuk mengurangi risiko penularan.

Prof Dr dr Iris Rengganis, SpPD, K-AI, FINASIM - Ketua Perhimpunan Alergi-Imunologi Indonesia mengatakan, untuk pencegahan flu ketika mengalami batuk dan bersin sebaiknya memakai masker.

"Jadi ketika kita batuk, bersin tidak menularkan dengan menggunakan masker ini," jelasnya, dalam Media Gathering di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Meski dianggap efektif mengurangi risiko penularan flu, masker yang sering kita gunakan sehari-hari tidak 100 persen efektif. Terdapat celah-celah udara yang terpapar virus influenza yang mungkin dapat menyebabkan penularan flu.

"Memang hanya partikel besar yang dicegah misal percikan ludah yang mengandung virus. Namun partikel kecil tidak tersaring," kata Prof dr Cissy B Kartasasmita, SpA(K), MSc, PhD. Ketua Indonesia Influenza Foundation (IIF).



Oleh karenanya, Prof Cissy menyarankan, untuk penggunaan masker lebih baik yang menutup hidung dan mulut. Salah satu jenis masker yang efektif mengurangi risiko adalah masker N95 yang harganya lebih mahal dibanding masker bedah biasa.

Mengenai masker, beberapa orang berpendapat menggunakan masker lebih baik dibalik penggunaannya. Asumsinya adalah agar lebih efektif mengurangi risiko bahaya penyakit yang disebarkan melalui udara. Namun dengan tegas, Prof Cissy mengatakan hal ini kemungkinan mitos.

"Masker itu ada aturan pakainya jangan dibalik. Sesuai anjuran yang hijau di sebelah luar," tegasnya saat dihubungi detikcom, Selasa (26/11/2019).



Simak Video "Seperti Flu Tahunan, Corona Diprediksi Bakal Jadi Endemik "
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)