Kamis, 28 Nov 2019 09:00 WIB

Kelangkaan Obat HIV untuk Anak Banyak Dikeluhkan, Ternyata Ini Sebabnya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Obat antiretroviral (ARV). Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Keberhasilan obat antiretroviral (ARV) dalam mengobati infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) cukup baik. Meski tidak menyembuhkan HIV, obat ini mampu mengurangi jumlah virus dalam tubuh sehingga membuat sistem kekebalan cukup kuat untuk melawan penyakit.

Sayangnya, saat ini ketersediaan ARV untuk anak yang mengidap HIV masih kurang. Akhirnya obat ARV untuk dewasa harus dipotong menjadi dua bagian dengan tujuan agar dosisnya dapat disesuaikan.

Namun, langkah tersebut bukanlah pilihan yang tepat, karena bisa saja dosisnya tidak cocok ketika dikonsumsi oleh anak pengidap HIV.

Menurut ketua Panel Ahli (Panli) HIV-AIDS PIMS (Patient Information Management System), Prof Dr dr Sjamsurizal, SpPD, obat untuk anak pengidap HIV sudah diperbincangkan, namun masih kesulitan dalam mendatangkan obat ARV khusus untuk anak, karena jumlah anak pengidap HIV masih terbilang sedikit.



"Sebenarnya sudah beberapa kali kita bicarakan persoalannya adalah jumlahnya (anak) terlalu sedikit. Jadi, kalau obatnya hanya untuk 200 anak misalnya, itu tidak bisa di import, karena untuk impor itu harus ribuan. Jadi kalau beli ribuan, dan digunakannya hanya untuk 200 anak lalu sisanya dikemanakan?" kata dr Sjamsurizal di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan RI, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu (27/11/2019).

Kesulitan dalam mendatangkan obat ARV untuk anak, karena tidak bisa diecerkan menjadi polemik saat ini.

"Karena tidak bisa eceran seperti itu, tapi memang ada beberapa macam obat untuk anak seperti sirup atau tablet. Tidak ada bukan karena tidak beli, melainkan susah untuk dibelinya, karena jumlah yang diperlukannya sedikit," pungkas dr Sjamsurizal.



Simak Video "WHO: 73 Negara Alami Krisis Obat HIV di Tengah Pandemi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)