Kamis, 28 Nov 2019 10:31 WIB

Kasus HIV Meningkat di Kalangan Gay dan Ibu Rumah Tangga

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi HIV. Foto: iStock Ilustrasi HIV. Foto: iStock
Jakarta - Angka penularan HIV (Human Imunodificiency Virus) tidak hanya meningkat pada ibu rumah tangga. Tren ini juga cenderung naik pada populasi LSL (lelaki seks lelaki) atau gay. Padahal, pada tahun sebelumnya, angka kasus HIV pada kelompok tersebut dilaporkan rendah.

"Yang menjadi perhatian adalah populasi LSL. Jadi diperkirakan akan terjadi peningkatan kasus pada ibu rumah tangga dan populasi LSL," sebut Ketua Umum Kelompok Studi Infeksi Menular Seksual Indonesia Hanny Nilasari, saat dijumpai pada Temu Media Kementerian Kesehatan, Rabu (27/11/2019).

Menurut Hanny, terjadi pergeseran kalangan yang terinfeksi HIV sejak tahun 2000. Saat awal kemunculan HIV, populasi terbanyak pengidap HIV adalah pelanggan waria, pelanggan wanita pekerja seks dan pengguna narkoba jarum suntik.



Namun sejak tahun 2005 sampai saat ini, terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan di kalangan ibu rumah tangga dan kelompok LSL.

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan di kelompok ibu rumah tangga, terdapat 16.884 orang yang tercatat mengidap HIV. Sementara LSL, dari tahun 2010 hingga Juni 2019, jumlah pengidap HIV sebanyak 53.082 orang.

"Padahal pada saat awal populasi pengidap HIV terbanyak adalah pada pelanggan waria, wps (wanita pekerja seks), dan populasi risiko tinggi," paparnya.

Ada beberapa faktor risiko penularan HIV terbesar. Di antaranya hubungan seks berisiko heteroseksual, penggunaan alat suntik yang tidak steril, homoseksual dan penularan melalui perinatal atau ibu pada janin.



Simak Video "Obat HIV/AIDS Tersedia Gratis untuk Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)