Kamis, 28 Nov 2019 20:06 WIB

Pilih Diurut Saat Patah Tulang? Dokter Ingatkan Risiko Berubah Bentuk

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Di urut saat patah tulang berisiko mengubah bentuk tulangnya. Foto ilustrasi: Thinkstock Di urut saat patah tulang berisiko mengubah bentuk tulangnya. Foto ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Kaki merupakan bagian tubuh yang lebih sering terluka dibandingkan lengan. Cedera pada kaki beraneka ragam, mulai dari otot yang tertarik atau keseleo, dislokasi (tulang yang keluar dari sendinya), hingga patah tulang.

Ketika mengalami patah tulang, pada umumnya orang-orang akan mengandalkan tukang urut untuk pengobatannya. Banyak yang beranggapan mengobati keseleo di tukang urut akan jauh lebih cepat proses penyembuhannya daripada mengunjungi dokter spesialis.

Spesialis orthopedi dari RS Siloam Kebon Jeruk, dr Langga Sintong, SpOT menyebut memang benar banyak pasien bisa pulih saat mengunjungi terapi urut untuk mengobati cedera yang ia alami. Namun pada kebanyakan kasus, tulang pasien tidak kembali ke bentuk semula.

"Tulang itu dibiarin aja enggak apa-apa, asal ada kontak (antar tulang yang patah) bisa sambung. Memang kalau di tukang urut tulangnya bisa sambung lagi, tapi lurus nggak? Kebanyakan nggak," kata dr Langga saat ditemui detikcom, pada Kamis (28/11/2019).

Tak jarang, tukang urut hanya mempedulikan agar tulang pasiennya tersambung kembali, tanpa memikirkan apakah tulang tersebut akan kembali ke bentuk normal atau tidak.

"Ada filosofi 3F, function follow feature, jadi fungsi mengikuti bentuk, kalau dia bentuknya jelek maka fungsinya akan jelek. Nah tujuan kita mengembalikan fungsi, dengan cara bentuknya kita kembalikan," tambah dr Langga.



Simak Video "Penjelasan soal Viral Posisi Duduk Jokowi yang Fleksibel"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)